Para Wanita Muslim Wajib Hati-Hati Dalam Memilih Model dan Jenis Bahan Berbusana, Ada Motif Tak Terduga!

Sumber Foto Dari: nurdin.hol.es

HJAZ.ID – Hari ini, mode berbusana seperti terus mengalami perkembangan yang signifikan. Model pakaian yang dijual di pasaran selalu berhasil menarik perhatian. Hingga pusat-pusat perbelanjaan hampir selalu penuh oleh pengunjung, yang sebagian besar di antaranya adalah para wanita. Tidak perlu heran, wanita memang memiliki ketertarikan yang lebih untuk berbelanja daripada laki-laki. Karenanya produsen fashion lebih banyak yang memproduksi pakaian wanita daripada laki-laki. Sebab hampir semua mode terbaru akan dicari dan dibeli oleh segolongan kaum hawa.

Satu sisi pakaian adalah kebutuhan, yang hari ini bukan lagi bicara sekadar menutup badan, tetapi sudah sampai pada gaya. Begitu banyak busana denga berbagai jenis gaya diproduksi, lagi-lagi tujuanya untuk menarik minat kaum hawa. Tetapi tidak cukup sampai disitu, ada sebuah rencana yang sudah di desain oleh sebagian produsen, untuk “mencelakakan” para wanita muslim dari tren pakaian yang mereka produksi.

Sebelum lebih jauh membahas mengenai apa rencananya, mari kembali membuka sebuah riwayat dari Abu Dawud dan Al-Baihaqi, yang sanadnya dishahihkan oleh Al-Albani, “Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).

Perintah untuk menutup aurat bagi setiap muslim, terkhusus para wanita telah jelas tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Betapa setiap jengkal dari tubuh wanita adalah syahwat, aurat yang wajib dijaga kesuciannya. Bahkan dari terlihat oleh lawan jenis sekali pun. Begitulah betapa Islam teramat istimewa menempatkan kaum hawa. Dijaga dengan perintah menutup auratnya, tidak boleh nampak sedikit pun kecuali bagian wajah dan telapak tangannya.

Rasulullah telah memberikan arahan, tapi apakah sudah benar dijalanan? Hari ini kita masih terlalu mudah melihat wanita, yang di antaranya muslim, masih berpakaian yang sama sekali tidak mencerminkan kemuslimannya. Sebagian besar dari anggota tubuhnya justeru nampak jelas. Seperti dengan sengaja diperlihatkan. Pakaian mini, celana atau rok mini. Sungguh betapa Allah dan Rasul-Nya teramat murka pada wanita yang semacam ini.

Baca Juga: Apakah Wanita Harus Menunggu Selesainya Pelaksanaan Ibadah Jum’at Untuk Shalat Dzuhur?

Kabarnya, sebagian produsen (berkedok agama) memang sengaja menggoda para wanita dengan model-model busana yang sangat menarik. Sebab disela kegiatan bisnisnya, mereka menyelipkan orientasi ganda, yaitu menggelincirkan para wanita muslim dari syariat agamanya. Sehingga musuh yang mengancam aqidah kita hari ini bukan hanya yang jelas-jelas nampak di hadapan mata tapi sudah mulai merambah ke berbagai aspek yang sulit dihindari.

Model pakaian mini yang dijual dengan bumbu keindahan lekuk tubuh, yang dibuat dengan macam-macam gaya sangat sulit dihindari oleh sebagian besar perempuan muslim. Sebagian mereka sangat tergoda untuk membeli dan menggunakannya. Hingga niat menutup aurat terus terkubur dalam-dalam. Hingga gaya berbusananya terus-menerus terbuka dan menampakkan sebagian auratnya.

Belakangan, produsen-produsen ini sadar bila para wanita muslim satu demi satu mulai menyadari kewajibannya untuk menutup auratnya. Dakwah dan nasihat yang disampaikan di majelis-majelis ilmu nampaknya cukup berhasil menyadarkan untuk kemudian hijrah menutup aurat. Tetapi apakah niat untuk menggelincirkan berhenti sampai disitu? Ternyata tidak. Mereka mencari-cari cara agar meski menutup aurat, para wanita muslim tetap tidak berbusana sesuai syariatnya. Kalau mereka gagal menggoda dengan pakaian yang jelas terbuka, maka mereka menggoda para wanita dengan busana yang seolah syar’i, tapi nyatanya telanjang.

Kembali ingat pada sebuah hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa suatu ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana yang agak tipis. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan mukanya sambil berkata :

“Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.'”

Dalam potongan hadist di atas, tegas Rasulullah menjelaskan, bahwa beliau melihat satu di antara dua golongan manusia di nereka, ialah para wanita yang berpakaian tapi telanjang.

Hari ini, produsen yang menyelipkan misi penyesatan itu sudah memproduksi pakaian-pakaian syar’i yang bahannya terbuat dari jenis tertentu. Sehingga secara tidak sadar, ketika digunakan akan transparan. Busana itu dibuat dengan bahan tipis yang memungkinkan orang lain dapat melihat aurat yang memakainya. Apalagi bila dibantu pencahayaan sinar matahari.

Beberapa waktu lalu, muncul tren busana “jilboobs”. Wanita berjilbab, tapi lekuk tubuh nampak jelas. Pakaian yang digunakan tidak sama sekali longgar, justeru menampakkan semua bagian tubuh. Dan ironisnya, banyak wanita yang terjebak pada model demikian. Mereka itulah sungguh orang-orang yang dimaksudkan oleh Nabi, berpakaian tapi telanjang.

Bukankah Rasulullah memerintahkan untuk memanjangkan pakaian, melonggarkannya, memanjangkan jilbab hingga menutupi dada. Maka janganlah tertipu oleh mode berbusana. Tetaplah pada dasar ketentuan syariat. Sebab begitu banyak tipu daya yang tersebar hari ini. Bahkan pada aspek yang sulit disadari.

Baca Juga: Bolehkah Wanita Ikut Shalat Jum’at?

Originally posted 2017-09-08 09:56:28.