Apa Saja Peran Orang Tua Setelah Memiliki Anak?

Sumber Foto Dari : terapiotak.com
HIJAZ.ID Menjadi orang tua bagi putra/putri kandung merupakan hal yang diidam-idamkan setiap pasangan di seluruh dunia. Namun, hanya sebagian pasangan saja yang paham akan kewajibannya sebagai orang tua, dan hak yang harus diterima orang anak-anak mereka.

Sebagai tempat pertama untuk mereka belajar mengenal tentang kehidupan. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter diri mereka.

Untuk membentuk karakter diri anak sesuai dengan karakter anak yang orang tua idam-idamkan. Seperti anak-anak yang taat pada Allah dan kedua orang tuanya. Maka, setiap calon orang tua perlu memahami apa saja peran orang tua setelah memiliki anak?

Berikut peran orang tua yang sudah memiliki anak antara lain :

.: Tangung Jawab terhadap Anak

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَاْلأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.”

Baca Juga : Bagaimana Cara Mendidik Anak Menurut Kaca Mata Islam?

Berdasarkan sabda Rasulullah tersebut, maka orang tua sebagai pemimpin terhadap anak-anaknya kelak akan dimintai pertangung jawaban terhadap yang dipimpinnya tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib membimbing anak-anak mereka. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

.: Bersahabatlah dengan Anak

Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron (3): 159)

Setiap orang tua sebaiknya mendidik anak dengan penuh cinta dan lemah lembut. Hindari mendidik anak dengan kasar dan amarah.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu Khaldun juga memaparkan : ” Setiap murid, budak, atau pelayan yang dididik dengan keras dan paksaan, ia akan didominasi pemaksaan. Jiwanya serasa sempit, gairah, gairah lenyap, terdorong untuk bermalas-malasan, berdusta, dan bersikap keji karena takut terhadap tekanan. Selain itu, pendidikan seperti ini juga mengajarkan untuk menipu.”

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Indahnya Islam, Menjauhi Sifat Sombong Islam Mengajarkan Orang Dewasa Untuk Belajar Dari Anak-Anak

Originally posted 2017-09-09 02:20:30.