Bagaimana Adab Mengenakan Sendal dan Apa Manfaatnya?

Sumber Foto Dari : eramuslim.com
HIJAZ.ID Terlintas cukup sepele masalah menggunakan sendal ini. Tapi, masih ingatkah kita bahwa setiap diri kita ini pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak tentang semua yang dikerjakannya. Sebagaimana hadits Nabi berikut ini yang artinya :

Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.\” Aku menduga Ibnu ‘Umar menyebutkan: “Dan seorang laki-laki adalah pemimpin atas harta bapaknya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari)

Oleh karena itu, mari kita teladani baginda Rasulullah dalam segala tingkah lakunya, termasuk memakai sendal. Berikut adab sesuai tuntunan Rasulullah :

1. Niat

Segala pekerjaan yang dilakukan oleh umat muslim bergantung pada apa yang diniatkan dalam hati. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini.

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Oleh karena itu, ketika mengenakan sendal hendaknya berniat menggunakan sendal untuk kebaikan yang Allah ridha’i. Bukan berniat untuk pamer semata. Dengan niat yang baik, maka umat muslim telah mendapatkan kebaikan di dalamnya dan tercatat sebagai amal kebaikan.

2. Cek kebersihannya

Sebagaimana hadits Rasulullah yang artinya:

“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)

Hadits tersebut memaparkan tentang dzat Allah yang bersih dan menyukai kebersihan. Maka, sudah sepatutnya umat Islam berpakaian dan mengenakan sendal yang bersih (tidak terdapat najis).

Baca Juga : Terbiasa Meniup Makanan atau Minuman Panas, Ternyata Ini Adab Islam Sebenarnya!
3. Mendahulukan kaki kanan

Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dalam hadits beliau bersabda: “Jika salah seorang kalian memakai sandal, mulailah dengan yang kiri. Jadikan kanan yang pertama dipakaikan dan kiri yang pertama dilepaskan” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Gunakan Sendal dalam keadaan Nyaman

Memakai sandal / sepatu sambil berdiri sangat tidak dianjurkan karena sangat menyulitkan. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Dilarang memakai sandal sambil berdiri”. Mengenai hadits ini, Al Manawi berkata: “Perintah dalam hadits ini merupakan nasehat, karena memakai sandal sambil duduk itu lebih mudah dan lebih memungkinkan”.
(Al silsilah al Shahihah (719)

5. Hukum memakai satu sandal

Seorang muslim dimakruhkan memakai satu sandal berdasar sabda Nabi Muhammad SAW: “Jika terputus ‘syis’u’ (tali sandal) salah seorang di antara kalian, janganlah ia berjalan dengan sandal sebelahnya hingga ia memperbaikinya (tali sandal yang terputus trsebut)”. (Shahih Al Adab (732)).

Asy-syis’u maknanya adalah tali sandal yang dimasukkan di antara dua jari kaki (saat memakainya). Ujung tali dimasukkan ke dalam lubang yang berada di bagian depan sandal.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Ingin Keutaamaan Lebih, Pahami Adab Membaca Al Quran ini!

Originally posted 2017-09-12 05:37:47.