Amalan Kecil Yang Bisa Mendatangkan Cinta Allah!

Sumber Foto Dari: hamka-r.blogspot.com

HIJAZ.ID – Apa lagi yang lebih berharga bagi seorang hamba di dunia selain cinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Betapa Allah tebarkan cinta dan kasihnya pada semua manusia, bahkan pada yang tidak menyembah kepada-Nya. Diberikannya harta benda, dibalas setiap kebaikan manusia di dunia. Meski bagi yang tidak berimankan Islam, terancam masa depan kelak di hari kemudian. Betapa Allah adil membagi rezekinya pada manusia. Betapa Maha Kuasanya Allah telah mengatur setiap jengkal takdir manusia, tanpa tertukar antara satu dengan yang lainnya.

Kecintaan dan kasih sayang Allah yang tiada batasannya itu justeru tidak berimbang dengan upaya manusia dalam meraihnya. Bercita-cita surga, tapi tanpa upaya menujunya. Bermimpi akan digolongkan bersama orang-orang taqwa, tapi terus sibuk pada urusan-urusan dunia. Sangat sedikit menyediakan waktu untuk menunaikan hak-hak Allah. Tiada henti bekerja demi tercukupinya kebutuhan dunia.

Sejatinya tidak perlu mengupayakan amalan besar untuk menjemput cinta dan kasih sayang Allah. Betapa banyaknya amalan sederhana yang seringkali luput dari kita. Sebagaimana dzikir yang teramat mudahnya, sebagaimana istigfar yang bisa dikerjakan kapan saja.

Sadarkah kita bahwa pada setiap harinya, selalu saja ada kemungkinan hadirnya dosa dan kesalahan baru. Setiap waktu seluruh bagian tubuh kita berkemungkinan melahirkan dosa. Sadarkah kita betapa bertumpuknya kesalahan, kekhilafan dan kedhaifan. Betapa kotornya tubuh ini bila aib tidak ditutupi oleh Sang Maha Baik, Ilahi Rabbi. Lantas mengapa semakin mendekati ajal, tidak membuat kita semakin menyadari bahwa ampunan menjadi karunia amat penting.

Bahwa dosa-dosa yang dibuat harus disegerakan permohonan ampunannya. Tidak perlu menunggu ini dan itu, menunda-nunda yang esok pun belum pasti masih diberi kesempatan hidup. Maka betapa Allah mencintai orang-orang yang di setiap waktunya tiada luput dari memohonkan ampun atas segala dosanya.

Sebagaimana tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat ke 222, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”

Pada sebuah riwayat, Ibnu Majah juga menjelaskan, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”

Baca Juga: 7 Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur

Rasulullah saja, yang telah dijaminkan surganya, pada tingkatan tertinggi pula. Bebas dari hisabnya, indah di barzahnya, masih istiqamah beristigfar sebelum tidurnya. Memohonkan ampun atas kesalahan yang mungkin dilakukannya selama satu hari penuh. Beliau beristigfar setidaknya 70 hingga 100 kali sebelum terlelap dalam baringnya. Kita yang jelas-jelas penuh dosa, lisan masih sering membicarakan aib orang lain, mata masih suka menengok yang tidak baik, telinga mendengar yang bukan menjadi hak. Sebelum tidur merasa aman-aman saja? Merasa terbebas dari dosa?

Dalam ayat serta hadist di atas, betapa teramat jelasnya disampaikan, bahwa Allah cinta pada orang-orang yang bertaubat. Senantiasa beristigfar di setiap hela nafasnya. Takut pada dosa yang telah dibuatnya. Memohon, membasahi lisan dengan permohonan ampun kepada Allah azza wa jalla.

Amalan yang sungguh ringan ini hendaknya menjadi teman setia pada tiap-tiap hari kita. Agar kelak setelah kematian, sesaat setelah dipanggil menghadap Allah, dosa dan kesalahan sudah tersisa sedikit, atau bahkan kembali kepada-Nya dalam keadaan yang fitrah. Kembali pada kesucian. Sungguh betapa menyeramkannya api neraka. Tempat yang akan digunakan untuk membersihkan dosa-dosa kita, meski sebesar biji sawi sekali pun.

Maka mudah-mudahan, dengan ketulusan beristigfar, berharap pada ke-Maha Pemurahnya Allah, akan berkenan mengampuni setiap dosa kita. Agar Allah berkenan membersihkan diri kita, saat tiba waktunya dipanggil pulang.

Baca Juga: Dengan Cara Ini Anda Bisa Menghindari Tidur Bersama Jin!

Originally posted 2017-09-12 05:41:03.