Rasulullah Tidak Melakukan Ini Saat Shalat!

Sumber Foto Dari: beritanegriku.com

HIJAZ.ID – Dengan tegas sang baginda bersabda, shalatlah kalian sebagaimana aku mengerjakan shalat. Jangan sekali-kali manusia menambah atau mengurangi dari apa-apa yang telah diajarkan Rasulullah. Tersebab itulah, hukum asli ibadah ialah diharamkan. Kecuali terdapat dasar serta pedoman dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Bila tidak, maka sebaiknya tinggalkanlah.

Betapa telah sempurnanya petunjuk yang diberikan Rasulullah. Tetapi uniknya, ada saja sebagian manusia yang seolah-olah lebih memahami yang terbaik dari Nabiullah Muhammad. Menambah-nambah amalan fadhu dengan pernak-pernik yang sesungguhnya tidak diajarkan. Amat sederhana sesungguhnya, bila yang kita lakukan itu baik, maka sudah pasti Rasulullah lebih dulu mengerjakan.

Sebab tidak akan mungkin manusia paling sempurna itu meninggalkan yang terbaik walau sedikit. Betapa amalan-amalan Rasulullah tidak dapat diimbangi oleh siapa pun. Betapa jaminan surga membuatnya justeru selalu mengupayakan yang terbaik. Jauh berbeda dengan kita yang masih terancam neraka yang menyala-nyala, dan masih terus menjalankan ibadah seadanya.

Ada beberapa bagian dari shalat kita yang tanpa disadari dapat mengurangi nilainya di sisi Allah. Di antaranya ialah kebiasaan memejamkan mata. Tidak sedikit orang yang ketika shalat dipejamkannya matanya. Entah karena alasan apa. Mungkin sudah terbiasa, atau ada sebab-sebab lain yang lebih membuatnya nyaman demikian.

Dalam riwayat yang langsung disampaikan oleh Rasulullah, memang tidak terdapat pada hadist shahih tentang larangan memejamkan mata di saat shalat. Tetapi para ulama pun dalam mengkaji dan menjelaskan mengapa sebaiknya tidak memejamkan mata.

Baca Juga: Amalan Kecil Yang Bisa Mendatangkan Cinta Allah!

Ibnul Qayim dalam Zadul Ma’dad menerangkan, “Bukan termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.”

Bahwa Nabi tidak pernah mengajarkan dan mempraktikkan shalat sambil memejamkan matanya. Sebab itulah Ibnul Qayim dengan tegas mengatakan bahwa memejamkan mata saat shalat bukan termasuk sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam kitab Raudhul Murbi juga dijelaskan, “Makruh memejamkan mata ketika shalat, karena ini termasuk perbuatan orang yahudi.”

Memejamkan mata saat shalat adalah kebiasaan orang-orang Yahudi. Tersebab ada riwayat yang menjelaskan bahwa orang-orang yang perbuatannya menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari kaum itu. Maka ulama kemudian menjatuhkan hukum makruh pada perbuatan memejamkan mata di saat shalat.

Ada khilaf di kalangan para ulama tentang hukum memejamkan mata. Sebab itulah, maka Ibnul Qayim mencoba menyimpulkan dalam kita Zadul Ma’dad, “Kesimpulan yang benar, jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyuan, maka ini yang lebih afdhal. Tetapi jika membuka mata bisa mengganggu kekhusyuan, karena di arah kiblat ada gambar ornamen hiasan, atau pemandangan lainnya yang mengganggu konsentrasi hatinya, maka dalam kondisi ini tidak makruh memejamkan mata. Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip ajaran syariat dari pada pendapat yang memakruhkannya.”

Apabila ada alasan kuat yang mengharuskannya memejamkan mata, seperti gangguan atau unsur yang bisa merusak kekhusyuan shalatnya, maka perbuatannya dibolehkan. Tetapi bila tidak terdapat gangguan atau keadaan berjalan sebagaimana biasanya, maka membuka mata ialah lebih baik.

Baca Juga: Dengan Cara Ini Anda Bisa Menghindari Tidur Bersama Jin!

Originally posted 2017-09-12 13:14:20.