Bagaimana Adab Menggunakan Pakaian Sesuai Ajaran Rasulullah?

Sumber Foto Dari : showbiz.liputan6.com
HIJAZ.ID Pakaian merupakan kebutuhan bagi setiap insan. Dengan menggunakan pakaian tubuh terlindungi dari sengatan matahari, dan dinginnya hembusan angin. Islampun mengajarkan umat melalui contoh yang diajarkan Rasulullah dalam memakai pakaian yang benar. Indahnya Islam mengenakan pakaian pun ada adabnya, dan yang melaksanakannya tentu mendapat berkah kebaikan di dalamnya.

Sebelum membahas tentang adab memakai pakaian. Berikut beberapa hadits mengenai pakaian seperti apa yang dibolehkan dipakai laki-laki dan perempuan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kain sutera dan memegangnya dengan tangan kanannya sedangkan emas dipegang dengan tangan kirinya kemudian bersabda:

إِنَّ هذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُوْرِ أَمَّتِيْ.

“Sesungguhnya keduanya haram atas kaum lelaki dari ummatku.” [HR. Abu Dawud no. 4057 diriwayatkan pula dengan sanad hasan oleh an-Nasa-i VIII/160 dan Ibnu Hibban no. 1465]

Berdasarkan hadits tersebut bahwa laki-laki diharamkan memakai pakaian yang terbuat dari kain sutra dan emas.

Baca Juga : Bagaimana Adab Mengenakan Sendal dan Apa Manfaatnya?

Adapun sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ اْلإِزَارِ فَفِي النَّارِ.

“Kain yang dibawah mata kaki maka tempatnya di Neraka.” [HR. Al-Bukhari no. 5787 dan an-Nasa-i VIII/207 no. 5331]

Hadits di atas juga masih membicarakan soal adab pakaian laki-laki. Hadits tersebut memaparkan bahwa dilarang mengenakan celana atau jubah melebihi mata kaki.

Sedangkan untuk perempuan, Rasulullah mengajarkan untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh. Ini berarti wanita dianjurkan (diwajibkan) untuk menggunakan pakaian yang longgar sebagaimana jilbabnya yang longgar dan menutupi lekak-lekuk tubuhnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Ahzaab/33: 59]

Ada pula larangan berpakaian menyerupai lawan jenisnya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَعَنَ اللهُ الْمُخَنَّثِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ.

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.”

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya:

لَعَنَ اللهُ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَ الْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ.

“Allah melaknat laki-laki yang mengenakan busana wanita dan wanita yang menggunakan busana laki-laki.”

 

Berikut adab dalam memakai pakaian hendaknya membaca do’a terlebih dahulu sebelum mengerjakan segala sesuatu termasuk berpakaian. Adapun do’anya sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ ماَ صُنِعَ لَهُ.

“Ya Allah, hanya bagimu segala pujian, Engkaulah yang telah memberikanku pakaian, aku memohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan dari tujuan dibuatnya pakaian ini. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dari tujuan dibuatnya pakaian ini.”

mendahuluinya dengan anggota badan sebelah kanan, sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya.” [HR. Al-Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268 (67)]

 

Wallahu ‘Alam Bisshowab

Baca Juga : Menggantung Pakaian di Kamar Mandi, Benarkah Tidak Diperbolehkan?