Agar Ilmu Tak Menjadi Petaka, Do’a Inilah Penawarnya!

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Ilmu adalah senjata yang bisa kita pergunakan untuk menghadapi segala persoalan yang ada di kehidupan ini. Pun, untuk mendapatkannya tentu kita harus mencari dan mempelajarinya supaya ilmu tersebut bisa bermanfaat dan menjadi berkah untuk pemiliknya.

Jika seseorang berilmu, maka dalam Al-Qur’an, Allah Ta’alaa akan naikkan beberapa derajat kemuliaan untuknya. Namun, seringkali ada diantaranya yang menyalahgunakan ilmu itu sendiri sehingga bukan menjadi manfaat tetapi malah menjadi petaka. BErikut ini penjelasan dari UStadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Ada do’a yang sangat bagus dari Ibnu Hajar Al-Asqalani ketika beliau menyampaikan muqaddimah dari kitab Bulughul Maram, beliau berdo’a seperti ini:

وسميته بُلُوغُ اَلْمَرَامِ مِنْ أَدِلَّةِ اَلْأَحْكَامِ ، وَاللهُ أَسْأَلُهُ أَنْ لاَ يَجْعَلَ مَا عَلِمْنَاهُ عَلَيْنَا وَبَالاً ، وَأَنْ يَرْزُقَنَا الَعمَلَ بِمَا يَرْضِيْهِ سبحانه وتعالى.

“Kitab tersebut aku namakan Bulughul Maram yang menjelaskan tentang dalil-dalil tentang masalah hukum. Hanya pada Allah-lah aku memohon agar ilmu yang diberikan pada kami tidak menjadi petaka (musibah) bagi kami. Juga berikanlah kami rezeki untuk beramal sesuai dengan ridha Allah subhanahu wa ta’ala.”

Apa yang dimaksud ilmu itu bisa membawa petaka?

Disebutkan oleh Ash-Shan’ani rahimahullah, janganlah jadikan ilmu itu sebagai sesuatu beban yang berat bagi kita, yaitu jangan sampai memberatkan dalam hisab dan jangan sampai berat karena menjadi dosa (yaitu ketika ilmu itu diselisihi, pen.). Karena amal shalih jika tidak dilakukan ikhlas untuk mengharap wajah Allah, maka berubah menjadi dosa. Disebutkan dalam Subul As-Salam, 1: 90.

Baca Juga : Pagi yang Sama Tetapi Nilai Berkah Berbeda, Bagaimana Bisa?

Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan dalam Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram, ilmu jika tidak diamalkan, maka akan menjadi ‘wabal’ (musibah). Do’a ini sangat bagus sekali karena berisi permintaan agar kita diajarkan ilmu yang bermanfaat dan ilmu kita bermanfaat.

Juga yang dimintakan oleh Ibnu Hajar yang kedua adalah agar dijauhkan dari amal yang tidak diridhai. Karena amal yang diridhai adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Lihat Minhah Al-‘Allam, 1: 18.

Oleh karena itu, kita diajarkan setiap ba’da shalat Shubuh membaca doa berikut ini,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

[Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa] “Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 925, shahih)

Wallahu a’lam bish shawab.
Baca Juga : Meng-qadha Dzikir Pagi dan Petang, Bagaimana Hukumnya?

Originally posted 2017-09-13 23:13:38.