Amalan Ini Bernilai Setara Dengan Ibadah Haji dan Umrah

Sumber Foto Dari: www.gulalives.co

HIJAZ.ID – Haji ialah satu dari lima rukun Islam yang setiap manusia ingin mencapainya. Walaupun tidak mudah, hingga hukum melaksanakan ibadah ini pun tidak sebagaimana yang empat. Haji hanya diwajibkan bagi yang mampu saja, baik secara materi maupun keadaan diri. Bagi yang tidak, maka Allah tidak membebankan kepadanya.

Demikian pula umrah, meski secara kebutuhan biaya tidak sebesar melaksanakan ibadah haji, dana sekitar 20 juta-an mungkin mudah bagi sebagian manusia. Tetapi bagi sebagian yang lain tetap memberatkan. Terlebih bagi saudara-saudara yang tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan kelebihan rezeki. Hidup serba terbatas, meski ada keinginan kuat di dalam hatinya untuk bisa datang dan diundang oleh Allah bertamu ke rumah-Nya.

Tidak perlu risau, dengan ke-Maha Adilan-Nya Allah tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun untuk tetap mewujudkan niat ibadahnya, meski dengan keadaan ekonomi yang tidak memadai. Meski tidak mampu berangkat menghadap Ka’bah secara langsung, semua muslim tetap dapat mengupayakan ganjarannya lewat amalan-amalan lain.

Betapa banyaknya amalan yang telah diajarkan oleh baginda Nabi, hanya manusia yang seringkali abai dan lalai mengerjakan. Salah satu dari amalan yang teramat istimewa ganjarannya ialah berdiam diri untuk berdzikir di masjid selepas subuh hingga tiba waktu terbitnya matahari, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat. 

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.”

Baca Juga: 3 Perkara yang Menghiasi Hari-Hari Orang Shalih Jelang Berakhirnya Tahun Hijriah

Tiada seorang pun dapat menjamin, apakah ibadah hadi atau umrah yang dikerjakan oleh manusia dicatat sebagai pahala di sisi Allah. Sebab bisa saja hanya berakhir sia-sia karena dikerjakan dengan niat yang bukan tertuju pada keridahaan Allah. Bisa karena ingin dinilai manusia, rindu akan pujian sesamanya, atau hasrat ingin memperlihatkan bukti keimanan. Sungguh yang demikian itu hanya berakhir sia-sia di sisi Allah, sebagaimana api yang membakar bilah kayu.

Bila yang berangkat ke Baitullah saja belum menjamin ganjaran serupa dengan ibadahnya, maka betapa istimewanya amalan ini sebab dijanjikan oleh Allah pahala haji dan umrah yang sempurna. Bukankah dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa tiada ganjaran yang lebih baik dari mabrurnya ibadah haji selain surganya Allah?

Berdiam diri di masjid untuk melantunkan dzikir pada Allah selepas shalat subuh memang menjadi amalan yang amat istimewa ganjarannya. Waktu subuh ialah salah satu waktu dengan banyak keutamaan. Mengerjakan dua rakaat fajr saja lebih baik dari dunia dan seisinya, maka akan semakin sempurna bila dilengkapi dengan menetap hingga mengerjakan dua rakaat saat terbitnya matahari.

Sungguh teramat istimewa, hanya dengan menyisihkan waktu beberapa saat selepas subuh, seorang hamba bisa memperoleh pahala senilai dengan sempurnanya ibadah haji dan umrah. Sesungguhnya bila kita ingin terus belajar dan berusaha memperbaiki amalan, telah banyak Allah siapkan cara untuk senantiasa meninggikan bekal. Hanya lagi-lagi, godaan syaitan yang tidak dibarengi dengan tekad memperbaharui keimanan menjadi sandungan utamanya.

Betapa syaitan dengan mudahnya membuat kita lalai, lupa, merasa aman-aman saja. Betapa syaitan terus meniupkan tipu dayanya agar hilang dari hati kita rasa takut pada Allah. Betapa hebatnya syaitan memalingkan hati kita dari keikhlasan menjadi rindu pujian. Maka teruslah bermohon pada Allah agar dimudahkan untuk mengerjakan tiap-tiap amalan sebagai ikhtiar mencari sebaik-baiknya bekal.

Baca Juga: Dengan Amalan Sederhananya, Rasulullah Menjamin Surga Kepada Orang Ini

Originally posted 2017-09-16 04:19:47.