Begini Cara Rasulullah Merapatkan Shaf Saat Shalat Berjamaah

Sumber Foto Dari: ibu-zahraa.blogspot.com

HIJAZ.ID – Ada bagian dari kesempurnaan shalat yang banyak diremehkan oleh manusia. Tersebab tidak dibiasakan, akhirnya banyak dari kita yang menganggapnya tidak menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. Ketika shalat berjamaah, ketepatan dalam merapikan shaf sangat menentukan sempurna atau tidaknya shalat kita.

Tersebab pentingnya, pada masa Rasulullah, ada seorang petugas yang pekerjaannya memerhatikan lurusnya barisan sebelum shalat berjamaah di mulai. Tidak main-main, petugas itu menggunakan pedangnya untuk meluruskan shaf. Karena keutamaannya, kualitas barisan saat shalat berjamaah akan mencerminkan kehidupan keseharian manusia. Rapatnya shaf akan berpengaruh pada rapatnya tali persaudaraan antar manusia. Begitu pula renggangnya barisan akan mungkin menjadi tanda-tanda renggangnya keutuhan umat manusia.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengusap pundak-pundak kami ketika shalat dan beliau bersabda ; ‘Luruskanlah shaf kalian dan jangan kalian bercerai berai sehingga hati kalian pun akan bercerai berai”

Tidak sedikit dari kita yang masih keliru dalam menyusun dan merapikan barisan ketika hendak memulai shalat berjamaah. Ada yang dengan jarak tertentu dengan orang di sebelahnya. Bukankah Rasulullah pernah mengingatkan, bahwa rapatnya shaf akan menjadi bagian dari ikhtiar menghindari masuknya para syaitan?

Baca Juga: Dengan Amalan Sederhananya, Rasulullah Menjamin Surga Kepada Orang Ini

Terlihat di beberapa tempat, dilakukan oleh sebagian orang, yang seolah hanya fokus pada kakinya sendiri. Seperti enggan untuk merapatkan, atau membiarkan ada jarak. Merapatkan artinya rapat – sebisa mungkin tidak berjarak. Dalam hadist riwayat Imam Bukhari dijelaskan, “Aku melihat lelaki di kalangan kami menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya”. 

Rasulullah, manusia paling mulia, dijaminkan surganya, dipilih oleh Allah untuk menunjukkan mana yang seharusnya dikerjakan dan mana yang tidak. Beliau saja memberikan tuntunan untuk merapikan shaf dengan cara menempelkan mata kaki dengan mata kaki teman di sebelah kanan dan kiri. Menempel artinya bersentuhan. Bila Rasulullah saja mengajarkan, mengapa kita enggan mengerjakan?

Lurusnya shaf bukan diukur dari bagian depan kaki kita, melainkan dari lurusnya ujung tumit semua jamaah. Karenanya Imam Bukhari menerangkan pula dalam sebuah riwayat, “Dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : ‘Luruskan shaf-shaf kalian sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku”. Anas bin Malik lantas bekata ; ‘Dan masing-masing dari kami menempelkan pundaknya ke pundak temannya dan menempelkan telapak kakinya ke telapak kaki temannya”.

Selain menempelkan mata kaki hingga rapatnya telapak, cara meluruskan shaf juga harus memperhatikan rapatnya pundak antara satu orang dengan orang yang lainnya. Rapat yang benar-benar rapat. Untuk mempermudah merapatkan pundak, berdirilah dengan lebar kaki selebar pundak kita. Dengan begitu, antara kaki dan pundak mampu rapat tanpa ada jarak yang merenggangkan.

Imam Ibnu Ustaimin dalam kitabnya Asy Syarhul Mumti’ menjelaskan, “Yang menjadi patokan lurusnya shaf ialah pundak bagian atas badan dan mata kaki di bagian bawah badan. Yang menjadi patokan adalah lurusnya pundak-pundak karena ia ada di atas tiangnya badan. Dan mata kaki ada di bawah betis, dan betis merupakan pondasi badan, maka inilah yang dijadikan patokan. Adapun ujung-ujung kaki tidak menjadi patokan, yang demikian karena ujung-ujung kaki seseorang berbeda satu sama lain. Sebagian manusia ukuran kakinya panjang sebagian lagi pendek, maka dari itu yang dijadikan patokan adalah mata kaki”. 

Semoga kita tergolong ke dalam umat yang senantiasa mengutamakan sunnah Rasulullah. Semoga Allah memudahkan hati kita untuk menerima apa-apa yang disampaikan oleh baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Amalan Ini Bernilai Setara Dengan Ibadah Haji dan Umrah

 

Originally posted 2017-09-16 13:18:25.