Benarkah Kita Bisa Mengirim Pahala Kepada Orang Sudah Meninggal?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Kematian adalah sebuah kepastian yang tak bisa ditolak kedatangannya oleh siapapun. Pun, mengenai waktu kedatangannya tak ada yang tahu, hanya Allah-lah yang tahu pasti kapan dan dimana seseorang akan meninggal.Hal tersebut pula yang menyebabkan kita sebagai seorang muslim, dalam setiap waktu harus senantiasa sadar dan terus mengupayakan diri untuk mengingat Allah serta selalu bersegera dalam berbuat kebaikan.

Berbicara perihal kematian, ada beberapa pertanyaan salah satunya adalah mengenai amalan yang bisa dilakukan oleh orang yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal, salah satunya adalah perkara mengirim pahala untuk mayit tersebut, bisakah?

Sebagian mengatakan bahwa kirim pahala bacaan Al – Qur’an itu bermanfaat bagi mayit, maka akhirnya dibuatlah ritual selamatan. Sebagian lagi mengatakan bahwa bacaan seperti itu tidak bermanfaat, tidak sampai pada mayit karena ini adalah perkara ghoib dan masuk dalam perkara ibadah sehingga harus butuh dalil untuk menunjukkan sampainya. Berikut ini penejlasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang akan mengupas permasalahan kirim pahala pada mayit dan mana saja yang bermanfaat untuk maksud tersebut.

Perselisihan Ulama dalam Masalah Kirim Pahala

Para ulama berselisih pendapat mengenai boleh atau tidaknya kirim pahala pada mayit, apakah sampai ataukah tidak. Ada dua pendapat dalam masalah ini.

Pendapat pertama: Setiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit, maka pahalanya akan sampai. Contohnya: Kirim pahala bacaan Al Qur’an, puasa, shalat dan ibadah lainnya.

Baca Juga : Akan Menikah? Jangan Sampai Salah, Inilah Konsep Pernikahan yang Disyari’atkan dalam Islam!

Pendapat kedua: Setiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit itu sampai, namun yang hanya berdasarkan dalil. Pendapat kedua ini menjadi pendapat ulama Syafi’iyah.

Pendapat kedua, itulah yang lebih tepat. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39).

Begitu pula dalil lain yang mendukung adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Amalan yang Sedikit tetapi Diberi Balasan Besar, Bagaimana Bisa?

Originally posted 2017-09-18 01:57:53.