3 Amalan Pelebur Dosa

Sumber Foto Dari: abumuhammadblog.wordpress.com

HIJAZ.ID – Siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat salah dan dosa? Siapa yang semasa hidup merasa selalu benar dan tidak khawatir akan dosa yang kuantitasnya mungkin melebihi amal kebaikan? Siapa yang tidak was-was pada setiap kesalahan, sedang dosa sebesar biji sawi pun akan diberikan balasan oleh Allah kelak di hari pembalasan?

Rasulullah yang teramat mulia pun masih khawatir pada peluangnya berbuat kesalahan, sedang kita yang jelas berlumur dosa bisa hidup dalam rasa aman akan hari pembalasan? Perhatikanlah, bila mampu berhitunglah, berapa jumlah salah dan dosa yang terus-menerus kita kerjakan pada setiap kesempatan? Lisan yang mengeluarkan kata-kata tidak baik, berdusta, khianat pada janji, menyakiti perasaan orang lain. Mata yang banyak melihat kemaksiatan, menengok yang bukan menjadi haknya. Telinga yang digunakan untuk mendengar keburukan, mendengar urusan dan aib orang lain.

Belum lagi anggota tubuh yang lain, tangan yang digunakan bukan untuk mengerjakan kebaikan. Kaki yang dilangkahkan pada tempat-tempat yang tidak dibenarkan oleh syariat dan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka apa yang membuat kita merasa aman-aman saja pada dosa? Bahkan hati pun masih sering berpenyakit, memendam dengki, iri hati, suudzan pada orang lain, hasad dan hasut, tidak mudah memaafkan. Kurangnya sifat sabar, sulitnya mengikhlaskan. Hati yang diselimuti kesombongan, rindu akan pujian.

Apakah dengan begitu banyak peluang berbuat dosa dan keburukan, kita masih dengan rasa aman menjalani kehidupan tanpa upaya memohonkan ampunan. Betapa Maha Baiknya Allah, tersebab manusia lekat dengan dosa dan kesalahan, Dia berikan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengampunan. Maka salah dan dosa ialah sebuah kewajaran, hanya bagaimana upaya manusia untuk memperoleh ampunan dari Sang Maha Memaafkan.

Selain terus berharap dan berusaha menyadari kesalahan, ada tiga amalan yang sekiranya bisa lebih dimaksimalkan agar pahalanya bisa meleburkan dosa-dosa.

Baca Juga: Lebih Baik Makan Ingat Shalat Dari Shalat Ingat Makan?

1) Sedekah. Sebagian kita masih ada yang beranggapan bahwa sedekah hanya sekadar pemberian yang secara dzahir mengurangi harta benda. Padahal di dalam syariatnya, sedekah memiliki begitu banyak keutamaan. Selain janji bahwa Allah akan melipatgandakannya, baik di dunia maupun kelak di akhirat, sedekah juga bisa menjadi amalan yang menghapuskan dosa-dosa.

Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api”. 

Maka sedekah yang dirutinkan akan mempermudah diri kita mendapatkan pengampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tentu dibarengi dengan i’tikad taubatan nasuha. Bahwa kita menyadari kesalahan dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali di waktu kemudian. Dengan sedekah, selain harta dan pahala yang bertambah, dosa-dosa yang pernah kita lakukan juga berpeluang mendapatkan pengampunan.

2) Bersabar pada setiap ujian dan cobaan. Adakah manusia yang tidak pernah diuji oleh Allah? Adakah dari kita yang merasa hidup ini terus-menerus bahagia, tiada pernah menghadapi sebuah kesukaran? Bukankah hakikat hidup ialah ujian? Keduanya seperti sepasang mata koin yang tiada bisa dipisahkan?

Maka dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan ini, Allah tanamkan pada hati setiap manusia benih-benih kesabaran. Sifat keridhaan, kerelaan, meyakini bahwa setiap ujian dan cobaan datangnya dari Allah. Dan bagi siapa pun yang mampu keluar dari tiap ujian itu, akan diangkat derajatnya oleh Allah pada kedudukan yang setingkat lebih tinggi. Rela pada apa saja takdir yang ditetapkan Allah. Kemudian yakin bila setiap ketetapan ialah yang terbaik, sebab hanya Allah-lah Sang Maha Mengetahui kehidupan di masa depan.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad dijelaskan, Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“

Termasuk bila seseorang sedang ditimpa sebuah penyakit. Maka yakinilah bahwa penyakit itu merupakan perantara Allah untuk menggugurkan dosa-dosa kita. Meski terasa sakit di dunia, tetaplah berharap pada Allah agar kelak Dia meringankan beban kita di hari kemudian. Sebagaimana riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim, Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.

3) Mengerjakan amal shaleh. Iringilah setiap keburukan dengan kabaikan. Artinya upayakanlah dengan maksimal setiap kesempatan untuk mengerjakan amal shaleh. Sebab dosa dan keburukan yang kita lakukan akan tertutupi oleh banyaknya amalan shaleh dan kebaikan yang dikerjakan. Bukankan setiap kita kelak akan ditimbang oleh Allah amal dan dosanya?

Maka selain berusaha untuk memohon ampun pada Allah, kunci dari berhasilnya taubat ialah memaksimalkan sisa kesempatan untuk mengerjakan amalan-amalan kebaikan. Sebagaimana jelas diterangkan dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi, Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak (perangai/perilaku) yang baik.”

Baca Juga: 3 Penyebab Pahala Hangus Tak Tersisa

Originally posted 2017-09-20 01:29:47.