Apakah Kita Termasuk Golongan Orang-Orang yang Ikhlas?

Sumber Foto Dari : muslim.or.id

Orang yang bersujud dengan ikhlas, ia akan diangkat derajatnya oleh Allah dan dihapuskan satu kesalahan. [HR Ahmad, Tirmidzi dan Nasa-i].

Orang yang berpuasa dengan ikhlas, ia akan dihapuskan dosa-dosanya yang lalu. [HR Bukhari].

Semua umat Islam tentu sangat menginginkan menjadi oleh yang ikhlas, ringan mengerjakan amal ibadah dan bernilai maksimal ibadahnya di hadapan Allah Subhanallahu wa Ta’alla.

Baca Juga : Ahli Ibadah Tetapi Masih Bermaksiat, Apakah Kita Termasuk Orang yang Seperti Itu?

Mari kita belajar menjadi golongan orang-orang yang ikhlas dengan meneladani ciri-ciri orang yang ikhlas. Berikut ini ciri-ciri orang yang ikhlas antara lain.

Berperasangka Baik

Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla didalam Qs. An-nahl(16) : 30

وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا خَيْرًا لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ

Artinya : “ Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa”. (Qs. An-nahl(16) : 30)

Ciri-ciri manusia yang senantiasa ikhlas pertama yakni senantiasa berbaik sangka kepada takdir yang telah Allah tetapkan. Mereka senantiasa taat dalam ibadah dalam keadaan sempit dan lapang.

Hanya Berharap pada Allah 

Ciri-ciri kedua orang yang ikhlas dalam setiap amalnya yakni mereka yang mengerjakan segala sesuatu dan hanya berharap pada Allah Subhanallahu wa Ta’alla. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam An-Nur(24) : 38

لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya : “(Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas”.(Qs.An-Nur(24) : 38)

Pujian dan Celaan sama Baginya

Setiap umat Islam yang sudah mampu menanamkan ikhlas dalam hatinya. Ia tidak pernah mengharap pujian atas segala amal kebaikan yang dikerjakannya. Ia juga tidak merasa terusik ketika ada sekelompok orang yang mencemooh amalnya. Karena baginya apa yang tampak baginya baik belum tentu baik, dan begitu pula sebaliknya. Hal tersebut berlandaskan pada firman Allah dalam (Qs. Al-Baqarah(2): 216)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Artinya : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Qs. Al-Baqarah(2): 216

Bersemangat dalam Beramal Shalih 

Orang-orang yang ikhlas pasti bersemangat dalam beribadah, dan selalu ingin menjadi yang terbaik dalam berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat (Qs) Al-Baqoroh(2): 148)

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Qs. Al-Baqoroh(2): 148)

Menjaga Kemurnian Niat Saat Ibadah

 

Keikhlasan seseorang atau diri juga dapat dinilai dengan cara sudah mampukah kita melaksanakan ibadah secara istiqomah baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, sebagaimana terdapat dalam firmannya Qur’an surat Al-Baqarah(2):271)

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Baqarah(2) : 271)

 

Mengerjakan Amal dengan Senang Hati

Orang-orang yang ikhlas dalan setiap mengerjakan amal kebaikan, mereka selalu melaksanakan tanpa berkeluh kesah. Hal tersebut sebagaimana firman Allah berikut ini :

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya : “Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. (Qs. Ali Imron(3) : 171)

Wallahu A’lam Bish-Showab

Baca Juga : Siapakah Orang yang Paling Merugi Itu?

Originally posted 2017-09-21 19:32:34.