Bagaimana Adab Menjawab Titipan Salam

Sumber Foto Dari : pos-islam.blogspot.com
HIJAZ.ID Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah mendapatkan titipan salam, entah itu dari orang terdekat maupun orang-orang yang jauh. Pernahkah kita berfikir, bagaimana sebaiknya menjawab salam tersebut? Ternyata dalam Islam segala kebaikan sudah terdapat panutannya.

Adapun hukum menjawab salam itu adalah fardu kifayyah, dan dalam kondisi tertentu dapat menjadi fardu ‘ain. Sebagaimana firman Allah yang menganjurkan untuk menjawab salam dengan balasan yang lebih baik. Berikut firman Allah yang artinya:

“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

Baca Juga : Bersalaman Setelah Selesai Shalat Berjamaah, Adakah Dalilnya?

Dijelaskan pula dalam kitab Zad Al-Ma’ad, Ibnul Qayyim mengatakan, “Di antara petunjuk Nabi SAW adalah: Bila seseorang mendapatkan kiriman salam dari orang lain yang dititipkan kepada seseorang, maka dia harus membalas salam kepada pengirim dan pembawa salam tersebut.”

Sebagaimana juga dalam bab hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad dan An-Nasa’i dalam kitab Al-Kubra dalam bab Ma Yaqulu Idza Qila Lahu: Inna Fulanan Yaqra’u Alaika As-Salam (Bab: Jawaban yang diucapkan apabila seseorang mendapat kiriman pesan bahwa Fulan memberinya salam).

Juga hadits riwayat seorang perawi dari Bani Numair — dalam Shahih Bukhari disebutkan: Perawi dari Bani Tamim-, dari ayahnya dari kakeknya yang mendatangi Nabi, lalu ia berkata, “Ayahku mengirimkan salam untukmu,” Lalu Nabi SAW menjawab, “Alaika wa ala Abika As-Salam (Semoga keselamatan juga atasmu dan ayahmu).”
Dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang tidak diketahui, namun Al-Albani menganggap hadits ini hasan.

Terjadi pula pada dua istri Rasulullah, Khadijah dan Aisyah yang mendapat titipan salam dari Allah Subhanallahu wa Ta’alla melalui Jibril.

Diriwayatkan dari Anas bahwasanya Malaikat Jibril mendatangi Nabi dengan Khadijah di samping beliau, lalu Rasulullah berkata, “Sesungguhnya Allah memberi salam kepadamu, wahai Khadijah,” kemudian Khadijah menjawab, “Innallaha huwa as-salam wa ‘ala Jibril as-Salam, wa’ alaika as-salam wa rahmatullah ( Sesungguhnya Allah adalah Dzat Keselamatan, semoga keselamatan atas Jibril dan semoga keselamatan serta rahmat Allah atas dirimu )” (HR. Al-Hakim: An-Nasa’i; Al-Bazzar; Ath-Thabarani).

Diriwayatkan dari Aisyah bahwasanya Nabi Muhammad SAW berkata, “Wahai Aisyah, Jibril mengirimkan salam untukmu.” Lalu dia menjawab, “Wa alaihi as-salam wa rahmatullah wa barakatuh (Dan semoga keselamatan, rahmat, serta barokah Allah atas Jibril) dan engkau melihat sesuatu yang tidak kau lihat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam Fath Al-Bari, Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa dalam kedua hadits tersebut dapat diambil kesimpulan mengenai menjawab salam kepada orang yang dititipkan salam itu hukumnya dianjurkan menjawab dengan salam yang lebih baik.

Wallahu A’lam Bish-showab

Baca Juga : Apakah Termasuk Syirik Ketika Melewati Tempat Angker Mengucapkan Salam?

Originally posted 2017-09-21 23:15:48.