Tidak Sempat Tahajjud, Adakah Amalan Pengganti Untuknya?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Shalat tahajjud merupakan salah satu shalat sunah yang sangat dianjurkan karena shalat tersebut memiliki banyak keutamaan juga manfaat untuk kehidupan kita. Namun, tak semua muslim bisa melakukannya kecuali orang-orang yang memang bersungguh-sungguh dan membiasakan amalan utama tersebut.

Penting untuk diketahui bahwa shalat tahajjud merupakan waktu sepertiga malam terakhir termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Karena Allah menjanjikan akan mengabulkan doa di waktu ini. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia.” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758, Abu Daud 1315, dan yang lainnya).

Baca Juga : Memasuki Bulan Muharram, Adakah Amalan Khusus yang Disyari’atkan?

Namun, apakah jika tidak sempat atau tak sengaja meninggalkan shalat tersebut, apakah ada qadha atau ganti untu shalat tersebut? Berikut ini penjelasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Seorang muslim yang memiliki kebiasaan shalat malam, kemudian pada malam tertentu dia tidak sempat melaksanakannya karena udzur tertentu, maka dia bisa menggantinya dengan melaksanakan shalat sunah di waktu dhuha sebanyak jumlah rakaat shalat malam  yang menjadi kebiasaannya ditambah satu, sebagai penggenapan.

Misalnya, seseorang memiliki kebiasaan tahajud 3 rakaat, jika tidak sempat melaksanakannya karena sebab tertentu maka dia bisa menggantinya dengan shalat di waktu dhuha 4 rakaat. Dalilnya,

Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا فَاتَتْهُ الصَّلاَةُ مِنَ اللَّيْلِ مِنْ وَجَعٍ أَوْ غَيْرِهِ صَلَّى مِنَ النَّهَارِ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam punya kebiasaan ketika tidak mengerjakan shalat malam karena sakit atau yang lainnya, beliau shalat di siang harinya sebanyak 12 rakaat.” (HR. Muslim 746).

Berdasarkan uraian di atas, sudah seharusnya kita mulai berniat dalam hati untuk menjadi seorang muslim yang ahli tahajjud. Melakukannya setiap malam, pun tidak sempat karena ketiduran waktunya atau alasan lainnya, maka bisa melakukan pengganti untuknya dengan amalan lain yaitu shalat di siang harinya, yaitu di waktu dhuha.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Benarkah Kita Bisa Mengirim Pahala Kepada Orang Sudah Meninggal?