Memperlakukan Tamu Dengan Cara Ini Tidak Termasuk Adab yang Diajarkan Islam

Sumber Foto Dari: j-cul.com

HIJAZ.ID – Menjalin silaturahim merupakan salah satu dari kewajiban yang dituntunkan oleh Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tersebab pentingnya, pada banyak riwayat hadist dijelaskan anjuran menyambungnya serta ancaman merusaknya. Betapa Rasulullah memperingatkan, bahwa tidak akan masuk ke dalam surga pemutus, yakni pemutus tali silaturahim.

Karenanya setiap manusia harus dengan upaya yang baik menjalin silaturahim kepada setiap manusia yang lainnya. Tidak hanya kepada saudara yang sama nasabnya, tetapi pada seluruh manusia.

Salah satu dari upaya dalam menjalin silaturahmi ialah berkunjung atau menerima kunjungan dari saudara atau kerabat. Sebagai tuan rumah, Rasulullah pun telah lengkap memberikan pedoman yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Meski pada sebagian besar masyarakat kita, masih lekat tradisi yang sekiranya belum tentu sesuai dengan ajaran dan pedoman.

Di antara kebiasaan tuan rumah yang selama ini banyak dilakukan ialah bertanya kepada tamunya, hendak minum atau makan apa? Kebiasaan ini seperti sudah melekat erat, hingga dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal tidak demikian adab yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan adab-adab dalam menerima tamu. “Adab keempat: Janganlah seseorang mengatakan pada tamunya, “Mau tidak saya menyajikan engkau makanan?” Akan tetapi yang tepat, tuan rumah pokoknya menyajikan apa yang ia punya.

Baca Juga: Jika Boleh Meminta, Aku Ingin Tetap Buta!

Dalam lanjutannya, Imam Sofyan Ats-Tsauri menerangkan, “Jika saudaramu mengunjungimu, maka jangan bertanya padanya, ‘Apakah engkau mau makan?’ Atau bertanya, ‘Apakah aku boleh sajikan makan untukmu?’ Akan tetapi yang baik, jika ia mau makan apa yang disajikan, syukurlah. Jika tidak mau menikmatinya, tinggal dibereskan sajian tersebut.”

Bila datang tamu ke rumah kita, baik yang sudah diketahui sebelumnya maupun tidak, maka perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya. Sajikanlah kepada mereka hidangan terbaik, bukan justeru sebaliknya. Karena pada kedatangan merekalah terbuka pintu-pintu pahala. Pada terbukanya pintu dan perlakuan terbaik yang kita berikan kepada meraka terselip ridha-ridha Allah. Sebab itulah, setiap muslim disyariatkan untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi siapa pun tamu yang datang ke rumahnya.

Bukan merupakan suatu adab yang baik, bila sebagai tuan rumah kita menanyakan hendak dihidangkan apa, baik minuman maupun makanan. Alangkah baiknya bila kita tidak bertanya kepada tamu dengan pertanyaan yang telah menjadi kebiasaan di sebagian besar masyarakat itu. Bila tamu tersebut tidak memberi kabar sebelumnya, maka hidangkanlah sajian terbaik yang tersedia di rumah kita. Tetapi bila kita sudah mengetahui akan kedatangannya, sebisa mungkin siapkan yang terbaik pula.

Janganlah kita merasa ada sesuatu yang dirugikan dari datangnya tamu ke dalam rumah kita. Sebab keutamaannya jauh lebih berarti dari apa-apa yang sudah kita keluarkan. Sebab Allah menjanjikan yang jauh lebih baik dari hidangan yang telah kita sediakan.

Baca Juga: Dosa yang Disegerakan Azabnya di Dunia

Originally posted 2017-09-24 10:47:50.