Bagaimana Sikap Kita Ketika Berjumpa dengan Seseorang yang Kurang Kita Suka?

Sumber Foto Dari : khotbahjumat.com
HIJAZ.ID Setiap manusia yang hidup di dunia dikaruniai perasaan dan akal oleh Allah Subhanallahu wa Ta’alla. Dengan perasaan dan akal tersebut manusia dijadikan khalifah agar dapat membawa kemaslahatan untuk bumi dan seluruh makhluknya. Namun, manusia memiliki kecendrungan yang berbeda-beda, ada yang cenderung senang melakukan kebaikan, dan ada pula yang cenderung senang melakukan keburukan, bahkan kerusakan.

Perbedaan diantara manusia merupakan rahmat yang sudah sepatutnya untuk disyukuri. Dengan berbagai perbedaan tersebut manusia diajarkan untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ( QS. Al-Hujurat : 13)

Baca Juga : Bagaimana Adab Tersenyum Ikhwan dan Akhwat yang Bukan Muhrim?

Dalam proses saling memahami antar manusia, tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan yang diharapkan. Sering terjadi ketidak cocokan dan salah paham. Sehingga munculan kecendrungan menyukai berteman dengan beberapa orang dan menolak untuk dekat dengan beberapa orang lainnya.

Agama Islam hadir sebagai Rahmatin lil ‘alamin artinya membawa alam semesta ini menuju kemaslahatan.  Sebagaimana Allah telah mengutus Rasulullah sebagai pembawa Rahmatin lil ‘Alamin. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Maka dalam agama Islam yang Rasulullah bawapun menganjarkan kita untuk saling saling memahami dan bergaul dengan baik. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi :

لايؤمن احدكم حتّى يحبّ لأخيه مايحبّ لنفسه
Artinya : tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari)
Adapun hadits lainnya yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman dengan lidahnya, dan belum masuk iman itu dalam hatinya, jangan kamu mengumpat orang lain, dan jangan kamu mencari-cari aib orang lain, karena orang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim itu, maka Allah akan mencari-cari aibnya. Dan orang yang aibnya ditampakkan oleh Allah, maka akan diketahui oleh umum, sekalipun ia bersembunyi di dalam rumah.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim).
Adapun bagaimana sikap kita ketika berjumpa seseorang yanh kurang kita sukai karena pemikiran dan akhlaknya misalnya. Dapat disimak di video berikut ini.
https://youtu.be/VQKPjr4ydv0

 

Wallahu A’lam Bish-showab

Baca Juga : Para Istri Harus Tahu, Ancaman Bagi Istri dalam Hadits!

 

Originally posted 2017-09-25 15:11:07.