7 Amalan yang Tidak Pernah Diajarkan Rasulullah di Bulan Muharam

Sumber Foto Dari: lovetki.com

HIJAZ.ID – Hukum dasar dalam menjalankan ibadah ialah haram, kecuali yang memiliki dasar baik dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah. Ada berbagai amalan di tengah masyarakat, atau yang selama ini kita kerjakan, yang sesungguhnya belum tentu memiliki pendoman yang jelas di dalam dua sumber utama. Hanya manusia yang menambah-nambahkan, dengan dalil mencari kesempurnaan dalam beribadah.

Termasuk saat tibanya mereka pada bulan Muharam. Tersebab tradisi dan kebiasaan, sebagian masyarakat mengerjakan amalan-amalan yang mereka anggap sakral, meski tidak pernah diajarkan oleh baginda Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas apa yang kita harapkan dari dikerjakannya amalan yang tiada tuntunan di dalamnya? Ganjaran dari Allah? Atau justeru yang tercatat ialah sebentuk kesesatan dan kemaksiatan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

Terdapat beberapa amalan yang selama ini banyak dikerjakan manusia saat tiba bulan Muharam, padahal ianya tidak sama sekali tertuang dalam syariat agama Islam.

1) Keyakinan bahwa bulan Muharam ialah bulan keramat. Sebagian dari masyarakat kita berkayakinan bahwa bulan Muharam ialah bulan yang keramat. Sehingga diadakanlah berbagai ritual dan perayaan, yang sebagian besarnya justeru bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ada kepercayaan bahwa jangan menikah di bulan ini, sebab kelak akan ada halangan yang bisa merusak keutuhan rumah tangga. Di sebagian yang lain muncul keyakinan-keyakinan tentang ilmu-ilmu sihir dan sebagainya. Sungguh keyakinan semacam itu tidak sama sekali dibenarkan dalam tuntunan agama Islam. Bahwa tidak ada sama sekali hubungan antara musibah, ujian dan cobaan dengan ketentuan bulan. Maka hindarilah berkeyakinan yang seperti itu. Jangan sampai tersebab tradisi, kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berlaku syirik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

2) Do’a awal dan akhir tahun. Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid dalam kitabnya Tashih ad-Duu’a berkata: “Tidak ada dalam syariat ini sedikitpun doa’ atau dzikir untuk awal tahun. Manusia zaman sekarang banyak membuat bid’ah berupa do’a, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan shalat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali!!”.

3) Peringatan tahun baru hijriah. Ada sebagian masyarakat yang mewajibkan peringatan tahun bagu hijriah. Mereka percaya, bila tidak melaksanakan perayaan itu, maka kelak akan ada musibah yang datang atau malapetaka yang menghampiri. Sungguh jelas yang demikian itu ialah sebuah kepercayaan yang tiada berdasar sama sekali. Bahwa Rasulullah tidak pernah mengerjakan perayaan yang dikhususkan untuk menyambut datangnya bulan Muharam atau peringatan tahun baru Hijriah.

Baca Juga: 2 Keutamaan Bulan Muharam yang Banyak Diabaikan

4) Puasa awal tahun Hijriah. Amalan untuk berpuasa di awal dan akhir tahun Hijriah ialah sebuah perkara yang tidak dibenarkan. Sebab tidak ada dalil yang shahih dari Rasulullah untuk menganjurkan berpuasa dalam rangka menyambut tahun baru. Sebagian orang yang mengerjakannya berdasar pada hadist sebagai berikut, Barangsiapa yang puasa pada akhir hari Dzulhijjah dan puasa awal tahun pada bulan Muharram, maka dia telah menutup akhir tahun dengan puasa dan membuka awal tahunnya dengan puasa. Semoga Allah manghapuskan dosanya selama lima puluh tahun!!”.

Perlu dipahami, bahwa mayoritas ulama menilai hadits ini termasuk riwayat yang palsu. Maka dengannya, syariat untuk mengerjakan puasa di awal bulan Muharam ialah tidak benar adanya.

5) Menghidupkan malam pertama di bulan Muharam. Syaikh Abu Syamah dalam kitab al-Ba’its Ala Inkaril Bida’ wal Hawadits berkata: Tidak ada keutamaan sama sekali pada malam pertama bulan Muharram. Aku sudah meneliti atsar-atsar yang shahih maupun yang lemah dalam masalah ini. Bahkan dalam hadits-hadits yang palsu juga tidak disebutkan!!, aku khawatir -aku berlindung kepada Allah- bahwa perkara ini hanya muncul dari seorang pendusta yang membuat-buat hadits!!

6) Menghidupkan malam Asy-Syura’. Terdapat banyak amalan di hari Asy-Syura yang sesungguhnya tidak pernah di ajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan amalan tersebut telah dimulai sejak malam harinya. Di sebagian tempat diadakan do’a, dzikir, dan acara-acara tertentu dengan tujuan yang sama sekali jauh dari syariat agama Islam.

Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “Termasuk bentuk bid’ah dzikir dan doa adalah menghidupkan malam hari ‘Asyuro dengan dzikir dan ibadah. Mengkhususkan do’a pada malam hari ini dengan nama do’a hari Asyuro, yang konon katanya barangsiapa yang membaca doa ini tidak akan mati tahun tersebut. Atau membaca surat al-Qur’an yang disebutkan nama Musa pada shalat subuh hari ‘Asyuro. Semua ini adalah perkara yang tidak dikehendaki oleh Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin!!”

7) Shalat Asy-Syura. Shalat ‘Asyuro adalah shalat yang dikerjakan antara waktu zhuhur dan ashar, empat rakaat, setiap rakaat membaca al-Fatihah sekali, kemudian membaca ayat kursi sepuluh kali, Qul HuwAllahu Ahad sepuluh kali, al-Falaq dan an-Nas lima kali. Apabila selesai salam, istighfar tujuh puluh kali. Orang-orang yang menganjurkan shalat ini dasarnya hanyalah sebuah hadits palsu.

As-Syuqoiry berkata: “Hadits shalat ‘Asyuro adalah hadits palsu. Para perowinya majhul, sebagaimana disebutkan oleh as-Suyuti dalam al-Aala’I al-Mashnu’ah. Tidak boleh meriwayatkan hadits ini, lebih-lebih sampai mengamalkannya!!”.

Baca Juga: Rasulullah Mengerjakan Amalan-Amalan Ini di Bulan Muharam

Originally posted 2017-09-26 10:14:22.