Inilah 4 Keistimewaan Bagi Para Penghafal Qur’an

Sumber Foto Dari: www.kabarmakkah.com

HIJAZ.ID – Al-Qur’an ialah kitab suci dan mulia yang berisikan firman, perintah serta petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemuliaan kitab ini jelas adanya, tersebab tiada sedikit pun keraguan tersemat di dalamnya. Setiap ayat Qur’an berbunyi kebenaran, hakiki dan pasti. Inilah petunjuk teramat luar biasa bagi manusia, agar dalam menjalani kehidupan dapat senantiasa terarah pada keridhaan Allah Azza wa jalla.

Tersebab kemuliannya, orang-orang yang menghafalkan tiap ayat di dalam Qur’an juga menjadi mulia di sisi Allah. Bahkan kedudukan para hafidzul Qur’an teramat sangat istimewa di sisi-Nya. Hingga Allah janjikan dengan begitu banyak keutamaan-keutamaan.

1) Disejajarkan dengan para Nabi. Janji permulaan dari Allah bagi para penghafal Qur’an ialah diberikan kedudukan dan disejajarkan dengan para Nabi. Hanya saja terdapat perbedaan di antaranya, ialah bahwa para penghafal Qur’an tidak mendapatkan wahyu langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedang Nabi dibimbing langsung oleh Sang Maha Penguasa Jagad Raya.

Kedudukan mulia ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Hakim, “Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.”

Dahulu pada masa Rasulullah, tidak jarang beliau mengutus atau memilih orang-orang untuk memegang kedudukan penting dengan lebih dahulu menguji hafalan Qur’annya. Selain tersebab mulianya, bahwa orang-orang yang terdapat firman Allah di dalam dirinya, maka dengan terjaganya hafalannya dapat pula menjaga perilakunya dari bermaksiat kepada Allah.

Baca Juga: Orang yang Tidak Diterima Shalatnya Selama 40 Hari

2) Keluarga Allah yang ada di bumi. Apalagi yang lebih berharga bagi seorang muslim selain pujian dari Allah? Kebahagiaan apalagi yang lebih indah selain kasih sayang dari Allah? Betapa kebahagiaan itu mendatangi para penghafal Qur’an dengan kedudukan yang sungguh istimewa di sisi Allah. Hingga Allah menempatkan para hafidz sebagai keluarga-Nya yang ada di muka bumi.

Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadist yang diriwakatkan oleh Imam Ahmad, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.”

3) Derajat lebih tinggi kelak di dalam surga. Para penghafal Qur’an kelak akan di tempatkan di surga berdasar pada seberapa banyak hafalannya. Tentu derajat tertinggi akan ditempati oleh para hafidz yang telah sempurna hafalannya. Hingga dalam sebuah riwayat diceritakan, akan tiba saat di mana manusia yang masuk ke dalam surga menyesal. Meski sudah ada di dalam surga, tetapi sebagian dari mereka menyesal sebab ketinggian derajatnya yang hanya sebatas ayat yang dihafalnya. Mereka menyesalkan mengapa saat di dunia tidak lebih banyak menghafalkan Al-Qur’an, hingga dihadiahi derajat yang lebih tinggi dari yang saat ini.

Sebagaimana Abu Dawud dan At-Tirmidzi menjelaskan dalam sebuah hadist, “Akan dikatakan kepada shahib quran, ‘Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al Quran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.’”

4) Keistimewaan juga akan diterima oleh keluarganya. Kemuliaan tidak hanya akan diberikan bagi dia yang berhasil menghafalkan Al-Qur’an, tetapi juga akan diberikan bagi orang tua dan keluarga. Kelak ia akan diberikan oleh Allah mahkota yang terbuat dari cahaya. Kemudian diberikan pula kepada kedua orang tuanya jubah kemuliaan, sebab telah melahirkan dan membesarkan seorang anak shaleh yan pada dirinya terjaga ayat-ayat Qur’an. Maka beruntunglah ia, sebab Allah memberikan kepadanya berlipat kemuliaan.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”.

Demikianlah sebagian kecil kemuliaan yang kelak akan diterima oleh para penghafal Al-Qur’an. Saatnya menggugah hati masing-masing kita, bila dengan janji yang sedemikian istimewanya masih membuat kita enggan menghafalnya, membacanya, bahkan menyentuh mushafnya, harus dengan ganjaran yang bagaimana lagi?

Baca Juga: Ancaman Bagi Anggota Tubuh yang Tidak Terkena Air Wudhu

Originally posted 2017-09-28 06:46:26.