Tanda-Tanda Kemunafikan Zaman Ini

Sumber Foto Dari: Muslim.Or.Id

HIJAZ.ID – Munafik ialah sebuah perilaku di mana terdapat tiga ciri yang melekat kepadanya. Ialah bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia mengingkari dan bila dipercaya ia berkhianat. Orang-orang yang memiliki sifat munafik di dalam dirinya, dan hingga tiba ajalnya belum memohon ampun kepada Allah, maka telah disiapkan untuknya siksaan di jurang neraka-Nya.

Pada sebuah riwayat bahkan dijelaskan, bahwa munafik lebih berbahaya dari kekafiran pada diri seorang manusia. Tersebab itulah mengapa Allah ancam dengan siksaan yang teramat pedihnya. Karena salah satu sebab dari terpecahnya kesatuan umat Islam bersumber dari menebarnya orang-orang munafik di tengah kehidupan masyarakat.

Orang-orang yang pandai bicaranya, tetapi lemah dalam teladan perilakunya. Menerangkan ayat demi ayat dengan betapa bagusnya, tetapi justeru perbuatannya melanggar perintah-Nya. Berpenampilan sebagaimana orang taqwa, tetapi dengan kedudukannya justeru mengajarkan yang jauh dari syariat-Nya. Sungguh teramat bahayanya orang-orang yang semacam ini. Karenanya umat akan dibingungkan dengan fatwa yang tidak didasarkan pada dua pedoman utama. Lisannya bergerak sesuai keinginan dan kepentingan semata. Dakwahnya tidak lagi untuk memurnikan agamanya, tetapi menyesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pendengarnya.

Hasan Al-Basri menjelaskan di dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam, “Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.”

Kemunafikan zaman ini sungguh lebih berbahaya dari kemunafikan masa silam, terkhusus pada era Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hudzaifah Ibnul Yaman menerangkan dalam kitabnya Hilyatul Auliya’, “Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.” 

Tersebab itulah penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda dari kemunafikan zaman ini, sehingga dengannya kita dapat menimbang mana perkara yang benar disampaikan sesuai ketentuan dan mana yang hanya berdasar kepentingan.

1) Tidak amanah dan tidak jujur. Sebagaimana tertuang jelas pada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.”

Betapa hari ini kebenaran seperti sulit ditemukan. Kebohongan seolah-olah menjadi sesuatu yang biasa dan digunakan untuk mempermudah segala urusan. Fitnah menyebar di hampir setiap sisi kehidupan. Betapa pula banyak orang bernafsu mengambil amanah, tetapi banyak pula di antaranya yang gagal menunaikan.

Baca Juga: Ancaman Bagi Anggota Tubuh yang Tidak Terkena Air Wudhu

2) Malas-malasan beribadah. Dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat ke 142, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Banyak dari manusia yang begitu semangat mengejar dunianya, tetapi bila berurusan dengan akhiratnya, mengabdi pada Rabb-Nya, sungguh kemalasan merasuk ke jiwanya. Sikap yang demikian itulah termasuk ke dalam golongan menipu Allah. Menjadi satu dari ciri orang-orang yang munafik.

3) Pandai berkata bijak, tapi berperilaku sebaliknya. Suatu ketika Umar bin Khatab pernah berkhutbah pada sebuah mimbar, ia mengatakan, “Yang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: “Bagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?” Umar menjawab, “Ia berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.”

Jelas terlihat pada zaman ini, betapa banyak orang yang indah lisannya, tetapi tidak demikian pada sikap dan perilakunya. Dikenal sebagai seorang alim, bergelar guru, pendakwah, penceramah, tetapi keseharian sungguh beda dengan untaian lisan. Betapa yang demikian itu tidak mencerminkan teladan yang baik bagi umat.

Bukan hanya tidak sesuai dengan perkataan lisan, beberapa di antara mereka justeru ada yang berbuat kemungkaran. Dibalik mimbar mengumbar ayat-ayat Qur’an, dibelakang dengan mudah berbuat kemaksiatan. Di depan umum berpenampilan menawan, di baliknya berlaku jauh dari ketentuan. Sungguh orang-orang yang demikian ini teramat berbahaya. Betapa kemunafikan lekat pada dirinya, dan meskipun baik lisannya, tetapi Allah ancam ia dengan siksa yang teramat pedih kelak di dalam neraka.

Baca Juga: Inilah 4 Keistimewaan Bagi Para Penghafal Qur’an

Originally posted 2017-09-29 01:36:31.