3 Kiat Selamat dari Sifat Munafik

Sumber Foto Dari: www.an-najah.net

HIJAZ.ID – Betapa sifat munafik merupakan salah satu di antara sifat yang paling berbahaya. Bukan hanya bagi sesama manusia di dunia, tetapi lebih-lebih bagi pelakunya kelak di akhirat. Sebab tiada satu pun kerugian lebih besar melebihi masuknya seseorang ke dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tersebab itulah, maka sebagai seorang hamba yang tiada pernah luput dari tipu daya syaitan, sudah semestinya kita selalu waspada dan berusaha berbenah diri, agar terhindari dari perkara-perkara yang dapat membukakan jalan dalam neraka.

Maka baik kiranya kita mengetahui bagaimana cara agar selamat dari sifat munafik, yang bila ianya merasuk ke dalam diri seorang manusia, bukan hanya nasib dunianya saja yang akan celaka, tetapi kelak masa depan akhiratnya juga akan binasa.

1) Melatih diri agar bisa senantiasa ikhlas. Ikhlas ialah beribadah dan melakukan segala bentuk kebaikan tanpa berharap pamrih dari sesama manusia. Harapan hanya boleh tertuju pada Allah, Sang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Meski begitu, makna ikhlas juga bisa diartikan sebagai menerima dengan lapang dada segala ketetapan yang telah Allah gariskan di dalam kehidupan. Tersebab itulah ikhlas seringkali disandingkan pada sifat sabar, menahan diri untuk mengeluh, berbuat maksiat setelah ditimpa berbagai ujian dan cobaan.

Kadar keikhlasan manusia tentu berbeda antara satu dengan lainnya. Bahwa semakin banyak cobaan yang menimpa dirinya, maka peluangnya untuk terus belajar mendalami sifat ikhlas juga semakin terbuka luas. Ada di dalam hatinya kepasrahan pada segala sesuau yang dipilihkan oleh Allah. Kepasrahan yang teramat dalam, hingga derajatnya sampai pada keikhlasan menjalani takdir, tanpa ingin mengeluh sedikit pun. Ia kedepankan rasa syukur dari terus menerus berandai-andai. Ia kedepankan taqwa dari kesempatannya untuk ingkar pada Allah. Sungguh, hamba yang demikian ini telah disiapkan oleh Allah tempat terbaiknya kelak di dalam surga.

Baca Juga: Inilah 4 Keistimewaan Bagi Para Penghafal Qur’an

2) Menjauh dari sifat munafik. Ada tiga ciri utama orang yang tergolong ke dalam sifat munafik, ialah berkata tidak jujur, berjanji tidak ditepati, dan tidak dapat dipercaya. Sebagai seorang manusia yang percaya bahwa tiada satu pun sisi kehidupan kita yang lepas dari pengawasan Allah, maka tanamkanlah di dalam diri kita untuk selalu berkata jujur. Hindari kebohongan, sebab satu pintu kebohongan terbuka, akan membuka pintu-pintu yang lainnya.

Tidaklah mudah mengubar janji, sebab tidak mudah pula menepati. Pahami bila amanah ialah sesuatu yang tidak ringan, maka bila telah bertekad mengambil bagian dari amanah itu, ikhtiarkanlah untuk sebaik mungkin menunaikannya. Jangan hanya tersebab nafsu duniawi, mengejar kedudukan dan pujian, amanah yang semestinya dituntaskan hanya berakhir di ladang kemaksiatan.

3) Waspada terhadap setiap jenis godaan syaitan. Tiada pernah jeda syaitan menggoda manusia. Mereka senantiasa menyuruh kita untuk berbuat dosa, mengerjakan kemungkaran kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Betapa cerdiknya syaitan menipu manusia, bila digodanya kita untuk berbuat satu kemaksiatan, pasti akan berbuntut pada kemaksiatan lain yang lebih besar.

Betapa tidak kenal menyerahnya syaitan, bila gagal ia mempengaruhi kita untuk tidak beribadah pada Allah, maka ia akan berusaha merusak nilai-nilai ibadah itu di sisi Allah. Bila ada kesempatan untuk berkata bohong, syaitan terus menggoda kita, membisikkan tipu daya agar kita berkata dusta. Selalu ada tipu daya pada setiap jejak kehidupan kita. Maka berhati-hatilah. Berpegang teguhlah pada tali-tali Allah. Senantiasa memohon petunjuk dan tuntunan dari Allah. Mudah-mudahan kita terhindar dari segolongan orang-orang yang disebut munafik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kemunafikan Zaman Ini

Originally posted 2017-09-29 06:23:37.