Wanita Haid Tidak Boleh Berdo’a, Benarkah?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Sebagai seorang muslim, kita diharuskan untuk mengisi setiap waktu yang dimiliki dengan amal kebaikan. Hal ini sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Ta’alaa, mengingat terbatasnya waktu yang kita miliki.

Lalu, terkhusus bagi muslimah, ada yang membuatnya berbeda dalam pelaksanaan ibadah. Ada sebuah siklus yang membuatnya selama beberapa hari tidak bisa melakukan ibadah-ibadah wajib seperti shalat, puasa dan beberpa ibadah wajib lainnya. Siklus tersebut yaitu masa haid atau menstruasi. Tapi, jika berdo’a, apakah tidak boleh juga atau bagaimana? Sedangkan kita tahu bahwa salah satu adab dalam berdo’a adalah salah satunya dalam keadaan diri suci dari hadats, najis dan tentu dianjurkan sedang dalam keadaan berwudhu. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Tidak semua ibadah dilarang ketika haid. Wanita haid hanya dilarang melakukan ibadah tertentu. Dalam Fatwa Islam disebutkan beberapa daftar ibadah yang dilarang untuk dikerjakan ketika haid,

الحائض تفعل جميع العبادات إلا الصلاة والصيام والطواف بالكعبة والاعتكاف في المسجد

“Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid.” (Fatwa Islam no. 26753)

Baca juga : Agar Dia Menjadi Jodoh Kita, Amalkanlah Do’a Berikut Ini!

Boleh Membaca Dzikir ketika Junub

Ibnul Mundzir mengatakan,

روينا عن ابن عباس أنه كانَ يقرأ وِرْدهُ وهو جنب ، ورخّص عكرمة وابن المسيب في قراءته

“Kami mendapatkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau membaca wiridnya ketika junub. Ikrimah dan Ibnul Musayib memberi keringanan untuk membaca wirid ketika junub.” (HR. Ibnul Mundzir dalam al-Ausath, 2/98).

Boleh Berdoa Ketika Haid

Berdoa termasuk dzikir. Sebagaimana layaknya orang junub boleh berdzikir, maka wanita haid lebih ringan kondisinya. Mereka boleh berdzikir. Karena itu, wanita haid boleh berdzikir. Imam Ibnu Baz pernah ditanya tentang hukum membaca doa ketika haji bagi wanita haid. Jawaban beliau,

لا حرج أن تقرأ الحائض والنفساء الأدعية المكتوبة في مناسك الحج

“Tidak masalah, wanita haid atau nifas untuk membaca doa-doa dalam buku ketika manasik haji.” (Fatawa Islamiyah, 1/239)

Mengenai tata caranya, sama persis seperti cara berdoa pada umumnya. Memperhatikan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar doanya lebih mustajab. Misalnya dengan diawali dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Inilah 3 Perkara yang Tersisa Setelah Meninggal Dunia

Originally posted 2017-10-01 23:37:18.