Inilah Salah Satu Kunci Suksesnya Hijrah Seorang Hamba

Sumber Foto Dari: aswajamuda.com

HIJAZ.ID – Tiada mudah bagi kita yang pendosa ini untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Di antara rintangan yang utama ialah godaan syaitan yang tidak akan ada berhentinya. Mereka selalu berupapa keras menghalangi manusia untuk beralih dari jalan-jalan dosa, ke jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Meski begitu, tidaklah kita lantas berputus asa pada setiap rahmat yang Allah senantiasa sediakan. Tiada jalan yang tertutup bagi hamba yang ingin memperoleh kebaikan di sisa hidupnya. Tiada yang akan sia-sia dari tekad memperbaiki diri. Bahwa hijrah dan kembali pada tali-tali Allah ialah pilihan terbaik, sebab di sisa usia ini, kita harus ikhtiarkan agar kelak memperoleh kenikmatan di dalam surga.

Ada sekian banyak cara yang bisa manusia lakukan untuk mempermudah tekad berhijrahnya. Dan sebagian dari cara-cara itu sekiranya perlu dilakukan, sebab godaan untuk kembali pada kemaksiatan sungguh besarnya saat proses hijrah sedang dilakukan. Salah satu di antara jalan-jalan itu ialah meninggalkan lingkungan lama, dan menuju pada lingkungan yang baru. Menjauhi pergaulan dengan kawan-kawan lama yang dengan mereka kita terbiasa berbuat dosa, dan menuju pada kawan-kawan baru yang di dalam kegiatan mereka selalu dibarengi dengan beribadah kepada Allah.

Upaya untuk hijrah teramat sulit diwujudkan bila secara perkawanan kita masih seringkali bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang terbiasa berbuat nista. Pada poin ini, memilih teman memang sangat dianjurkan. Sebab lingkungan akan sangat berpengaruh pada semangat dan keistiqamahan memupuk kembali tingkat keimanan.

Bukankan sebuah pepatah mengatakan, bahwa bila kita berkawan pada seorang pandai besi, meski tidak dekat kepadanya kita akan tetap terkena hawa panasnya. Namun bila kita berkawan dengan seorang penjual minyak wangi, meski tidak mendapat minyaknya kita akan tetap dapat mencium wanginya?

Baca Juga: 3 Penyebab Pahala Hangus Tak Tersisa

Bila terus mempertahankan pergaulan lama, kita akan dengan mudah tergoda oleh tipu daya syaitan untuk kembali pada pusaran kemaksiatan. Kita akan terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang berdasar pada kesetiakawanan, meskipun bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Berbeda bila kita memperbanyak waktu untuk berkumpul bersama orang-orang shalih, yang di setiap waktunya digunakan untuk mengabdi pada Allah. Meski belum dapat mengerjakan sederetan amalan-amalan, tetapi setidaknya kita terhindar dari berbuat kemaksiatan.

Maka bila telah terbesit di dalam hati sebuah keinginan memperbaiki diri. Hijrah dari kenistaan diri menjadi orang yang mengikhtiarkan dengan dengan Sang Ilahi Rabbi, sebaiknya beranilah untuk memilih pergaulan. Sebab kawan yang baik ialah mereka yang mampu berpengaruh pada kita untuk mengerjakan kebaikan. Bukan justeru mengajak pada keburukan dan kemaksiatan.

Saat memutuskan untuk menjauhi pergaulan lama, syaitan masih terus menggoda dengan kata-kata menyudutkan. Ada teman yang berujar kita pilih-pilih kawan, ada pula yang berkata tidak setia kawan. Semua kata-kata itu akan menjadikan hati bimbang tak menentu. Di satu sisi ingin dekat dengan Allah, di sisi lain takut kehilangan perhatian dari sesama manusia.

Perlu diingat dalam-dalam, bahwa syaitan selalu bermain halus dan menggoda dari hampir setiap sudut kehidupan kita. Fokuslah saja pada tujuan memperbaiki diri. Utamakan saja Allah dari dzat yang lainnya. Bila itu baik menurut Allah, maka tiada pilihan lain untuk mempertimbangkan. Lakukan sembari meminta petunjuk dari Allah, tinggalkan bisikan-bisikan yang dapat merusak proses perbaikan.

Memilih kawan memang perlu dilakukan. Sebab bukan hanya akan berpengaruh pada pergaulan di dunia, tetapi kawan yang baik pun akan dapat memberi syafaatnya kelak di akhirat. Segolongan manusia telah dimasukkan ke dalam surga, tetiba ada sebagian yang menyadari ada di antara kawan mereka yang belum kelihatan. Ternyata kawan yang mereka maksud telah dipersiapkan menerima siksaan di dalam api nereka. Kemudian segolongan kawan tadi bermohon pada Allah, bersaksi bahwa semasa di dunia mereka bersama-sama mengerjakan kebaikan, saling ingat-mengingatkan dalam ibadah dan amal shaleh. Maka bermohonlah segolongan kawan itu kepada Allah, agar seorang kawan yang telah disiapkan baginya siksa di neraka itu ikut dimasukkan ke dalam surga. Agar mereka bisa kembali bersama-sama berkumpul selayaknya di dunia.

Maka dikeluarkanlah oleh Allah satu dari kawan mereka itu. Dikumpulkanlah kemudian bersama-sama di dalam surga. Betapa pentingnya memilih kawan, sebab ianya tidak hanya berpengaruh pada masa depan kita di dunia, tetapi juga kelak di alam kemudian.

Baca Juga: Inilah 2 Pilihan Hidup Seorang Muslim

 

Originally posted 2017-10-02 12:51:00.