Antara Etika, Moral dan Akhlak, Mana yang Lebih Utama dalam Islam?

Sumber Foto Dari : odojcilacap.com
HIJAZ.ID Ketiga istilah etika, moral dan akhlak sudah tidak asing lagi di telinga khalayak umum. Ketiganya memiliki kemiripan bagaikan kembar identik, dan juga memiliki perbedaan yang khas diantara mereka.

Dalam Islam ketiga istilah kembar tapi tak sama ini memiliki perannya masing-masing dalam diri setiap manusia. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang persamaan dan perbedaan diantara ketiga istilah tersebut. Kita juga akan membahas salah satu istilah yang diutamakan dalam Islam. Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Para Istri Harus Tahu, Ancaman Bagi Istri dalam Hadits!

Pembahasan pertama, mengenai etika. Etika dalam diri manusia yakni penilaian mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan dan masyarakat yang ditujukan pada diri seseorang. Maka, baik atau buruknya etika seseorang merupakan hasil dari pemikiran masyarakat (manusianya) yang berasal dari dalam diri orang tersebut.

Istilah kedua yakni moral. Pada dasarnya moral dan etika  merupakan dua istilah yang benar-benar kembar indentik, karena keduanya sama-sama muncul dari hasil pemikiran manusianya. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia yang disesuaikan dengan adat kebiasaan yang berlaku.

Istilah yang terakhir yakni akhlak. Akhlak merupakan sesuatu kondisi jiwa yang sudah menjadi sifat dan menjadi kepribadian hingga timbullah berbagai macam perbuatan dengan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pemikiran. Menurut Imam Al-Ghazali tentang akhlak sebagai berikut:

فالخلق عبارة عن هيئة في النفس راسخة عن تصدرالأفعال بسهولة ويسرمن غيرحاجة إلى فكر ورؤية، فان كانت الهيئة بحيث تصدرعنها الأفعال الجميلة المحمودة عقلا وشرعا سميت تلك الهيئة خلقا حسنا وإن كان الصادرعنها الأفعال القبيحة سميت تلك الهيئة التى هى المصدر خلقا سيئا

Artinya : “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Maka bila sifat itu memunculkan perbuatan baik dan terpuji menurut akal dan syariat maka sifat itu disebut akhlak yang baik, dan bila yang muncul dari sifat itu perbuatan-perbuatan buruk maka disebut akhlak yang buruk”.

Dari pemaparan tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa etika, moral dan akhlak tidak dapat dipisahkan dari kepribadian setiap orang. Etika dan moral dipandang baik di mata manusia, sedangkan akhlak yang baik dinilai oleh Allah Subhanallahu wa Ta’alla karena akhlak merupakan sifat yang timbul dalam diri manusia tanpa rekayasa dan dianggap baik dalam agama.

Wallahu A’lam Bish-showab

Baca Juga : Bagaimana Adab Tersenyum Ikhwan dan Akhwat yang Bukan Muhrim?