web
analytics
Beranda Hukum Kegiatan Ini Menyebabkan Rejeki Menjadi Tidak Beruntung!

Kegiatan Ini Menyebabkan Rejeki Menjadi Tidak Beruntung!

Sumber Foto Dari : muslimah.co.id
HIJAZ.ID Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam sejak masih remaja tersohor sebagai pedagang yang jujur dan pintar lagi amanah. Karena budi pekerti yang melekat pada dirinya, maka acap kali Rasulullah mendapat banyak keuntungan dari penjualan barang dagang tersebut.

Singkat cerita, setelah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam dinobatkan sebagai Rasulullah. Beliau mendapat wahyu dari Allah bahwa jual beli atau berdagang merupakan sunnah Rasul dan sangat dianjurkan. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. [al Baqarah : 275].

Baca Juga : Ketika Kucing Diperjual Belikan, Bagaimanakah Hukumnya dalam Islam?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga dalam surat lain::

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”. [an Nisa : 29].

Dari dua dalil pengalan ayat Al-Qur’an tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa hukum jual beli dan meninggalkan segala yang batil (riba) itu adalah wajib. Namun, ada masanya ketika kita hendak mencari rezeki justru perbuatan kita itu tidak baik dan tidak beruntung. Berikut haditsnya.

عَن أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوا لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Jika kamu melihat orang menjual atau membeli di mesjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu.’” (Tirmidzi: 1232 dan beliau berkata, “Hasan gharib,” Abu Daud: 400, ad-Darimi: 1365, Shahih Ibnu Hibban: 1650, dinilai shahih oleh al-Albani dan ar-Arnauth dalam Shahih Ibnu Hibban)

Hal ini disebabkan karena Rasulullah pernah melarang para jamaah sholat untuk tidak berdagang di masjid, disebabkan masjid merupakan pasar akhirat antar hamba-Nya dan Penciptanya. Berikut haditsnya :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَهَى عَنِ الشِّرَاءِ وَ الْبَيْعِ فِي الْمَسْجِد

“Nabi shallallahu ‘alaiihi wa sallam melarang jual-beli di mesjid.” (Ibnu Majah : 749)

Adapun menurut pendapat beberapa ulama sebagai berikut. Sebagian murid asy-Syafi’i berpendapat bahwa jual-beli di mesjid tidak makruh. Sedangkan murid-murid Abu Hanifah membedakan, bahwa jual-beli yang ramai itu dibenci, sedangkan yang tidak ramai itu tidak dibenci. Namun menurut Imam Tirmidzi, “Sebagian ahli ilmi membolehkan jual-beli di mesjid.”

Jika dilihat dari segi rukun dan syarat jual-beli, maka jual beli dalam masjid sah. Meskipun sah, hal tersebut menjadi buruk karena sebagaimana hadits yang sudah dicantumkan di awal bahwa setiap orang yang melakukan jual beli dalam masjid akan dido’an dengan penuh keburukan. Oleh karena itu, lebih baik kita berdagang di luar masjid dan dapat berkah daripada berdagang di dalam mesjid tapi mendapat laknat. Naudzubillah.

 

Wallahu A’lam Bish-showab

Baca Juga : Dibesarkan di Keluarga Nasrani Taat, Gadis Ini Pilih Islam dan Berhijab

Originally posted 2017-10-04 19:38:21.