Kenali Tanda-Tanda Orang yang Harus Diruqyah, Apakah Ada dalam Diri Kita?

Sumber Foto Dari : rumahsehatherbaholistic.com
HIJAZ.ID Setiap segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’alla terdapat hikmah di dalamnya. Begitu pula ketika Allah ciptakan penyakit maka Allah pun menciptakan penawarnya. Penawar terbaik yang Allah turunkan di muka bumi ialah terdapat dalam firman-Nya:

وننَزِّلُ مِنَ القرآنِ مَا هُوَ شفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ، وَلاَ يَزيْدُ الظالِمِيْنَ إلاَّ خَساراً

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)

Baca Juga : Benarkah Surat Al-Fatihah Memiliki Khasiat?

Ruqyah merupakan cara pengobatan yang sudah ada pada saat bangsa Arab masih mengalami masa jahiliyahnya. Adapun cara pengobatannya dengan mengucapkan beberapa mantra yang dianggap dapat menyembuhkan penyakit seseorang. Maka dengan latar belakang tersebut, hukum ruqyah dalam Islam adalah haram. Karena dengan mengucapkan mantra-mantra tersebut mereka telah berbuat kesyirikan yang sangat nyata. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Salam :

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya ruqyah (mantera), tamimah (jimat) dan tiwalah (pelet) adalah kemusyrikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Namun setelah datangnya Islam, Allah menurunkan Al-Qur’an melalui perantara malaikat jibril kepada Rasulullah sebagai pediman dan obat penawar terbaik untuk segala penyakit. Maka, dibacakanlah beberapa ayat Al-Qur’an sebagai obat penawar sebagaimana yang pernah Rasulullah lakukan.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ إِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ سَلِيمٌ (لذيغ) وَإِنَّ نَفَرَنَا غَيْبٌ فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنُهُ بِرُقْيَةٍ فَرَقَاهُ فَبَرَأَ فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً وَسَقَانَا لَبَنًا فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ أَكُنْتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنْتَ تَرْقِي قَالَ لَا مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ قُلْنَا لَا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ أَوْ نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Said al-Khudri RA berkata, “Ketika kami sedang dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat. Datanglah seorang wanita dan berkata, “Sesungguhnya pemimpin kami terkena sengatan, sedangkan sebagian kami tengah pergi. Apakah ada di antara kalian yang biasa meruqyah?” Maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuannya tentang ruqyah. Dia meruqyah dan sembuh. Kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami mengambil susunya. Ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, ”Apakah Anda bisa? Apakah Anda meruqyah?“ Ia berkata, ”Tidak, saya tidak meruqyah kecuali dengan Al-Fatihah.” Kami berkata, “Jangan bicarakan apapun kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika sampai di Madinah, kami ceritakan pada nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Dan beliau berkata, “Tidakkah ada yang memberitahunya bahwa itu adalah ruqyah? Bagilah (kambing itu) dan beri saya satu bagian.” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun 5 ciri orang yang harus di ruqyah dapat disimak dalam video cerama berikut ini. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan intropeksi diri kita, adakah tanda-tanda tersebut dan menjadikan Al-Qur’an sebagai perantara penyebuh dari Allah Subhanallahu wa Ta’alla.

Wallahu A’lam Bish-showab

Baca Juga : Manusia Berdialog dengan Allah Ta’alaa Ketika Membaca Surat Al-Fatihah, Benarkah?

Originally posted 2017-10-06 05:03:11.