MasyaAllah, Begini Kisah Mu’alaf Cilik Asal Pawan Ketapang!

Sumber Foto Dari : goriau.com
HIJAZ.ID Allah Subhanallahu wa Ta’alla melimpahkan hidayah-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki. Terlahir sebagai seorang anak laki-laki dari kedua orang tua beragama non Islam. Tak menghalangi hidayah Allah sampai pada seorang anak laki-laki ini. Hal ini menjadi salah satu kisah yang membuktikan firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla berikut ini :

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]

Hidayah Allah sampai pada anak berusia 8 tahun asal kecamatan Delta PawanKetapang ini. Ia telah resmi masuk Islam pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 di kantor KUA kecamatan Delta Pawang diantar oleh Ibunya.

Saat ditemui oleh beberapa wartawan dan dimintai kepastian tentang anaknya yang menjadi mu’alaf. Ibu yang masih memeluk agama asalnya ini membenarkannya.

Ibu yang memiliki nama lengkap Mariana Erie Yantie ini juga memaparkan kisah sang anak sebelum sah memeluk agama Islam. Kecendrungan anak laki-lakinya itu kepada Islam sudah tampak sejak pertama kali ia baru bisa bicara.
Baca Juga : Bagaimana Cara Berbakti pada Ibu Yang Tidak Beriman?

Mu’alaf cilik yang semula bernama Yogi Setiady kini telah resmi berubah nama menjadi Muhammad Yogi Setiady. Dikisahkan oleh ibunya sejak pertama kali bisa bicara dia mulai senang bercerita tentang Islam.

Ibunya juga menceritakan, pernah suatu hari ketika keluarganya sedang memakan daging babi, yogipun menolak untuk memakannya. Ia lantas memilih makanan lain dan sama sekali tidak menyentuh daging babi.

Ketika diajak untuk beribadah sesuai dengan agama kedua orang tuanya, ia selalu menolak. Pernah sekali dipaksa ikut, akhirnya ia menangis dan merengek minta pulang. Saat di jalanpun anaknya itu sangat tidak suka pada anjing dan babi, dengan alasan takut dijilat katanya.

Pernah suatu ketika abangnya Yogi merekam aktivitas Yogi seperti sedang melakukan ibadahnya orang Islam yakni solat dengan beralaskan handuk. Tidak hanya melakukan solatnya sendiri, Yogi juga kerap mengajak teman-temannya baik yang Islam maupun non Islam untuk bersama-sama melakukan solat dan ia seolah sebagai imamnya.

Ketertarikan Yogi terhadap Islam semakin tampak ketika ia menginjak bangku Sekolah Dasar. Ia meminta ijin untuk belajar ngaji dan sholat seperti teman-teman muslimnya. Sang Ibu mulanya melarang karena merasa berbeda keyakinan. Namun, akhirnya luluh juga kepada keinginan yang tulus dari buah hatinya.

Yogi juga diceritakan kerap kali menghilang setiap sore hari, dan setelah ditanya pada para tetangganya, ternyata Yogi berada di surau sedang melantuntkan ayat suci Al-Qur’an dan bersholawat sampai waktu magrib tiba. Subhanallah.

Hingga pada kemarin, Yogi meminta disahkan menjadi seorang Muslim. Akhirnya dengan ikhlas ibunya mengantarkan dan menyaksikan anaknya bersyahadat sesuai dengan keinginannya.

Wallahu A’lam Bish-showab
Baca Juga : Inilah Salah Satu Kunci Suksesnya Hijrah Seorang Hamba