web
analytics
Beranda Wawasan Adakah Harta yang Paling Utama untuk Disedekahkan? Inilah Jawabannya!

Adakah Harta yang Paling Utama untuk Disedekahkan? Inilah Jawabannya!

Sumber Foto Dari : ramadan.liputan6.com
HIJAZ.ID Sedekah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam. Di dalam sedekah banyak keutamaan dan manfaatnya, oleh karena itu sejak masa Rasulullah, para sahabat berlomba-lomba untuk memberikan sedekah terbaiknya. Rasulullah pun tak pernah absen dari rutinitas sedekah terbaiknya.

Adapun kita sebagai umat pengikut setia beliau yang selalu meneladani segala amal perbuatan dan ucapan Rasulullah, tentu ingin sekali melaksanakan ibadah sedekah yang mulia ini.

Agar ibadah sedekah kita semakin lebih terpacu dan bersemangat meraih ridha Illahi. Ada beberapa harta yang paling utama untuk disedekahkan. Penjelasan mengenai harta yang paling utama untuk disedekahkan tersebut terdapat dalam hadits-hadits Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Salam. Berikut pemaparannya dalam beberapa paragraf selanjutnya.

Baca Juga : Antara Sedekah dan Membayar Utang, Ternyata Inilah yang Harus Didahulukan

Dalam sebuah riwayat ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

« أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » .

Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda mengenai masalah sedekah terbaik yang dikeluarkan oleh seorang muslim. Berikut ini haditsnya:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)

Dalam kedua hadits tersebut dijelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah dimulai dari yang kamu tanggung. Penjelasan “yang kamu tanggung” sendiri ialah keluarga sendiri. Hal demikian lebih besar pahalanya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .

Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

Wallahu’alam Bish-showab

Baca Juga : Apakah Kita Termasuk Golongan Orang-Orang yang Ikhlas?

 

Originally posted 2017-10-07 18:28:16.