Ketika Lupa Membaca Do’a di Awal Makan

Sumber Foto Dari: ummi-online.com

HIJAZ.ID – Do’a menjadi satu hal yang teramat penting dalam Islam. Mengawali setiap kegiatan dengan senantiasa memohon kepada Dzat Maha Kuasa sangat berpengaruh pada banyak hal. Di antaranya ialah keridhaan dan kesediaan Allah untuk senantiasa memberikan perlindungan. Tidak terkecuali saat makan. Betapa Rasulullah sangat menganjurkan, bahkan menekankan setiap muslim untuk berdo’a sebelum memasukkan makanan ke dalam tubuhnya.

Sebagaimana sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim, ‘Umar bin Abi Salamah pernah berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai Ghulam, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu”.

Do’a yang dilantunkan sebelum menyantap makanan memang teramat penting. Sebab bila tidak menyebutkan nama Allah sebelumnya, syaitan akan dengan gembira makan bersamanya. Pada sebuah kisah diterangkan, bahwa Rasulullah sangat menjaga makanannya agar terhindar dari keikutsertaan syaitan. Bagaimana akan afdhol makan seseorang, dzat yang kelak akan menjadi sumber-sumber aliran darahnya, mengalir ke seluruh tubuhnya, bila saat memakannya syaitan ikut bersamanya.

Baca Juga: Amalan Penghuni Neraka

Sebuah hadist dari Abu Dawud, disampaikan oleh Abu Hudzaifah, “Jika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri jamuan makanan, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang meletakkan tangannya hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulainya. Dan kami pernah bersama beliau menghadiri jamuan makan, lalu seorang Arab badui datang yang seolah-oleh ia terdorong, lalu ia meletakkan tangannya pada makanan, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangannya. Kemudian seorang budak wanita datang sepertinya ia terdorong hendak meletakkan tangannya pada makanan, namun beliau memegang tangannya dan berkata;

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.”

Maka dengan itu, Rasulullah sangat menekankan kepada kita semua untuk senantiasa mendahului makan dengan menyebutkan nama Allah. Membaca kalimat bismillah menjadi satu keutamaan tersendiri, bahwa selain akan terhindari dari pengaruh syaitan, makanan yang dibacakan asma Allah di atasnya akan menjadi berkah dan akan membawa kebermanfaatan bagi kehidupan.

Lalu bagaimana bila kita lupa membacakan do’a sebelum makan. Misal karena lupa, disengaja, atau tersebab laparnya sehingga do’a luput dari perhatiannya. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan, “Jika seseorang meninggalkan membaca “bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu.”

Penjelasan tersebut berdasar pada sebuah hadist yag diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Aisyah rhadiallahu anha, ““Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.

Betapa Islam sangat memerhatikan do’a sebelum makan. Selain mencari perlindungan Allah, do’a yang dilantunkan juga pertanda rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Sebab di saat makanan terhidang di hadapan, mungkin ada sebagian saudara-saudara kita yang sedang menahan rasa sakit di perutnya. Ada sebagian saudara kita yang untuk makan pun sulit, apalagi hendak memilih ingin makan apa. Maka berdo’a merupakan bagian dari cara kita untuk senantiasa mengingat betapa Allah teramat baik memberikan rezeki. Dan permohonan dari kita agar dari setiap yang disuapkan ke dalam mulut ini, menjadi bagian yang barokah, sehingga darinya dapat menggerakkan setiap anggota tubuh untuk melakukan amal-amal kebajikan.

Baca Juga: 3 Amalan yang Paling Dicintai Allah