Bagaimana Hukum Meminum Air yang Ada Bangkai Semutnya?

Sumber Foto Dari : Google.com
HIJAZ.ID Bangkai merupakan makhluk hidup yang sudah tidak bernyawa lagi. Pada dasarnya hukum bangkai itu najis dan tidak boleh di konsumsi oleh umat Islam. Kecuali, bangkai hewan tersebut  telah disembelih dengan menyebut Nama Allah, dan ada berapa bangkai pula yang diperbolehkan dimakan oleh umat Islam tanpa harus disembelih terlebih dahulu.

Berikut penjelasan detailnya dalam Al-Qur’an dan hadits tentang berbagai bangkai hewan yang boleh di konsumsi oleh umat Islam tanpa harus menyembelihnya.

Baca Juga : Membunuh Semut, Islam Melarang?

Allah Ta’ala berfirman,

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96)

Dan penjelasan dalam hadits, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dihalalkan bagi kami dua macam bangkai dan dua macam darah. Dua macam bangkai itu adalah ikan dan belalang, sedangkan dua macam darah itu adalah hati dan limpa” [HR. Ahmad no.5690, dan Ibnu Majah no.3314 dan 3218]

Berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadits tersebut jelas bahwa bangkai hewan yang ada di laut dan belalang itu halal untuk dimakan tanpa harus disembelih terlebih dahulu.

Adapun hukum-hukum bangkai serangga seperti semut, juga dijelaskan oleh Rasulullah dalam haditsnya dan mengambil pendapat dari para ulama sebagai berikut.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam melarang membunuh empat jenis hewan melata, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung sejenis jalak. (H.R Abu Dawud sahih sesuai syarat sahihain).

Dalam Sabda Nabi Shalallahu’Alaihi wa Salam tersebut yang dimaksud dengan semut yang tidak boleh dibunuh merupakan semut yang tidak menganggu dan membahayakan. Sejalan dengan hal terpendapat salah satu Imam Madzab berikut ini

Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya membunuh semut dengan cara tidak membakarnya

Menurut madzhab Syafi’i, bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir atau tidak ada darahnya hukumnya tetap najis akan tetapi dimaafkan (ma’fuw anhu) dalam situasi tertentu. Misalnya, apabila ia jatuh ke air atau benda cair dengan sendirinya maka itu tidak menajiskan selagi air dan benda cair itu tidak berubah.

Namun, beda lagi hukumnya ketika semut dalam keadaan sudah mati atau masih hidup, secara sengaja dimasukan ke dalam minuman atau makanan yang akan dikonsumsi, maka itu hukumnya haram untuk dikonsumsi.

Wallahu’alam Bish-showab

Baca Juga : Inilah Manfaat Dibalik Sunnah Memelihara Jenggot Yang Jarang Diketahui!

Originally posted 2017-10-10 00:28:03.