Inilah Kado Terindah Untuk Ibu yang Rasulullah Ajarkan dan Harus Diketahui!

Sumber Foto Dari : google
HIJAZ.ID Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … ” [an-Nisâ`/4:36].

Firman Allah yang lainnya dalam surat Luqmân/31 ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ

“(Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya, …)”

Kedua orang tua telah merawat kita sejak kecil hingga dewasa. Maka sudah semestinya berbakti kepada kedua orang tua menjadi kewajiban bagi setiap anak. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla dalam dua ayat Al-Qur’an di atas.

Baca Juga : Bagaimana Cara Berbakti pada Ibu Yang Tidak Beriman?

Begitu diutamakannya berbakti kepada kedua orang tua, sampai-sampai Allah meletakkan ridha-Nya dalam ridha orang tua. Sebagaimana Rasulullahhu Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)

Artinya: Dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( HR. At -Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Diantara kedua orang tua yang harus kita berbakti kepadanya, ternyata kedudukan berbakti kita kepada ibu haruslah lebih diutamakan. Hal ini sebagaimana isyarat Rasulullah dalam haditsnya sebagai berikut:

عَنْ اَبِي هُرَيرَةَ رضي الله عنه قال جَاءَ رَجُلٌ الى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم فقال يَا رسولَ الله مَنْ اَحَقًّ النّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قال: اُمُّك قال: ثُمَّ مَنْ؟ قال: ثُمَّ اُمُّك قال: ثم من؟ قال :ثم امُّك قال: ثم من؟ قال : ثم اَبُوْكَ (اخرجه البخاري)

Artinya: dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: “ Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab : “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “Ibumu!”. Sekali lagi orang itu bertanya: kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “ Bapakmu!”(H.R.Bukhari).

Tak heran, ibu menjadi bagian yang lebih utama dari seorang ayah. Karena pengorbanannya bermula sejak kita masih dalam kandungan. Ditambah lagi pengorbanan antara hidup  dan matinya, ketika ibu akan melahirkan kita ke dunia.  Maka sudah sepatutnya kita berbakti dengan sebaik-baiknya bakti. Untuk pemaparan  lebih lengkapnya mari kita simak ceramah  Ustadz Hanan Attaki L.C, berikut ini:

Wallahu’alam Bish-showab

Baca Juga : Tenang Ibu Menyusui Masih Bisa Menjalankan Ibadah Puasa, Ini Tipsnya