Membunuh Semut dengan Air Panas, Bagaimana Hukumnya?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Islam memiliki ajaran yang begitu tinggi dan mulia. Pun, seperti misalnya dalam akhlak. Mengenai hal akhlak, tidak hanya terbatas dalam mengatur akhlak kepada sesamamanusia, baik kepada yang lebih ua, sesama ataupun kepada yang lebih muda, tetapi juga diatur mengenai akhlak kepada lingkungan sekitar, hewan dan lain sebagainya.

Dalam pembehasan kali ini, kita akan membahas mengenai bagaimana hukum seseorang yang membunuh semut dengan menggunakan air panas. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur baits.

Penting untuk diketahui bahwa semut termasuk binatang yang tidak boleh dibunuh. Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ: النَّمْلَةِ، وَالنَّحْلَةِ، وَالْهُدْهُدِ، وَالصُّرَدِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh 4 jenis binatang: semut, lebah, Hudhud, dan Suradi. (HR. Ahmad 3066, Abu Daud 526 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kecuali jika semut itu mengganggu atau membahayakan ketika berada di rumah. Mereka boleh diusir, jika tidak memungkinkan, dibunuh. Tentang cara membunuhnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggunakan api. Karena yang boleh menghukum dengan api hanya Allah Ta’ala.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah singgah dalam salah satu safar beliau. Ternyata beliau melihat ada rumah semut yang dibakar.

“Siapa yang membakar ini?” tanya beliau.

“Kami.” Jawab para sahabat.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ لاَ يَنْبَغِى أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلاَّ رَبُّ النَّارِ

Tidak boleh membunuh dengan api kecuali Rab pemilik api (Allah). (HR. Abu Daud 5270 dan dishahihkan al-Albani)

Dan larangan ini berlaku umum. Tidak boleh membunuh apapun dengan api.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Taubat Kita Sudah Diterima?

Dalam riwayat lain, dari Hamzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah ditugasi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memimpin satu pleton pasukan perang. Beliau berpesan, Kalo kamu berhasil menangkap si A, bakar dia.

Ketika Hamzah hendak berangkat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya,

إِنْ أَخَذْتُمُوهُ فَاقْتُلُوهُ، فَإِنَّهُ لَا يُعَذِّبُ بِالنَّارِ، إِلَّا رَبُّ النَّارِ

Jika kamu berhasil menangkapnya, bunuh dia. Karena tidak boleh membunuh dengan api kecuali Rab pemilik api. (HR. Ahmad 16034 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Membunuh Dengan Air panas

Sebagian ulama menyebutkan bahwa membunuh dengan air panas termasuk bentuk membunuh dengan api. Sehingga dihukumi terlarang. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

والقتل بالماء الساخن من هذا القبيل، فهو قتل بالنار، وتعذيب يتنافى مع حسن القتلة، ولذلك لا يجوز

Membunuh dengan air mendidih termasuk membunuh dengan api, dan termasuk penyiksaan yang bertentangan dengan prinsip membunuh dengan cara terbaik. Karena itu, tidak dibolehkan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 123391)

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Memandang Wajah Ustadz Ketika Mencari Ilmu, Bagaimana Hukumnya?

Originally posted 2017-10-14 22:23:38.