Hati-Hati Berdakwah tapi Dibenci Allah!

Sumber Foto Dari : muslim.or.id
HIJAZ.ID Setiap umat Islam baik laki-laki maupun perempuan diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada Allah. Mulai dari ibadah yang wajib sampai yang sunnah. Salah satu ibadah dan kewajiban bagi setiap muslim juga yakni berdakwah. Berdakwah merupakan kegiatan menyerukan atau mengajak khalayak umum kepada jalan kebaikan dan tentu saja menuju ridha-Nya.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa berdakwah tidak hanya kewajiban bagi para ulama dan ustadz / ustadzah, melainkan kewajiban yang harus diemban oleh setiap kaum muslim. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla berikut ini.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Imran : 104).

Baca Juga : Walimah Pernikahan yang Dibenci Allah

Menyeru kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran itulah visi misi dakwah setiap muslim/ muslimah. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki setiap muslim, baik hanya dengan do’a sampai dikerahkan seluruh harta dan tenaga. Itulah indahnya Islam yang tidak memberatkan umatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Salam berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” [HR. Bukhari]

Perintah dakwah yang tidak memberatkan umatnya pun tergambar jelas lewat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia ubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan ini adalah selemah-lemah iman.” [HR. Muslim]

Meskipun dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dakwah tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Apalagi dilakukan dengan niat yang tidak baik.

Dakwah yang asal-asal yakni mereka yang menyeru kepada kebaikan untuk orang lain sedangkan dirinya sendiri tidak melakukan perbuatan baik tersebut, bahkan tidak pernah membenahi dirinya sendiri. Allah mengancam orang-orang yang hanya menyeru tanpa mengamalkan apa yang dikatakannya. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla dalam Al-Qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Allah juga mencela perilaku Bani Israil dengan firman-Nya,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Wallahu’alam Bish-showab

Baca Juga : Perkara Ini Halal Namun Dibenci Allah Ta’alaa, Bagaimana Bisa?