Inilah Keadaan Mengerikan Para Pemakan Riba Ketika Bangkit dari Kubur!

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Sebagai seorang muslim, kita harus menjadi pribadi yang sangat berhati-hati terhadap makanan dan sumber rezeki yang kita nikmati. Jangan sampai kita terjerumus dalam dosa dengan banyak mengkonsumsi makanan atau harta yang haram.

Namun, dewasa ini, banyak sekali yang terlibat dalam riba. Meskipun sudah mengetahui hukumnya, tetapi tetap saja memakan bahkan terikat. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal mengenai ancaman dan gambaran azab yang akan diterima oleh seorang pemakan riba.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Pemakan riba akan bangkit pada hari kiamat dalam keadaan gila dan mencekik dirinya sendiri.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 278)

Imam Asy-Syaukani membahas lebih luas, tercatat bahwa ancaman riba yang dimaksud dalam ayat bukan hanya untuk pemakan riba. Yang disebut dalam ayat untuk pemakan riba hanya untuk menunjukkan jeleknya pelaku tersebut. Namun setiap orang yang bermuamalah dengan riba terkena ancaman ayat di atas, baik yang memakan riba (rentenir) maupun yang menyetor riba (yang meminjam uang atau nasabah).

Imam Asy Syaukani juga berpendapat bahwa keadaan dia seperti orang gila yang kerasukan setan itu bukan hanya saat dibangkitkan dari kubur, namun berlaku untuk keadaannya di dunia. Orang yang mengumpulkan harta dengan menempuh jalan riba, maka ia akan berdiri seperti orang majnun (orang gila) yaitu karena sifatnya yang rakus dan tamak. Gerakannya saat itulah seperti orang gila. Seperti jika kita melihat ada orang yang tergesa-gesa saat berjalan, maka kita sebut ia dengan orang gila. (Lihat Fath Al-Qadir karya Asy-Syaukani, 1: 499).

Jual Beli dan Riba Jelas Berbeda

Lihatlah dalam ayat di atas, Allah membedakan antara riba dan jual beli. Sedangkan mereka menyatakan jual beli dan riba itu sama karena sama-sama menarik keuntungan di dalamnya. Padahal keduanya berbeda. Jual beli jelas dihalalkan karena ada keuntungan dan manfaat di dalamnya, baik yang bersifat umum maupun khusus.

Baca Juga : Ingin Terbebas dari Pikiran Kotor yang Bisa Mengundang Murka Allah Ta’alaa? Lakukanlah Amalan Berikut Ini!

Sedangkan riba diharamkan karena di dalamnya ada kezaliman dan memakan harta orang lain dengan cara yang batil, ini bukan seperti keuntungan yang ada dalam jual beli yang sifatnya mutualisme (saling menguntungkan antara penjual dan pembeli). (Lihat Al-Mukhtashor fi At-Tafsir, hlm. 47)

Jika Sudah Bertaubat dari Riba

Kelanjutan dari ayat yang sama dalam ayat 275, siapa saja yang telah sampai padanya peringatan dan larangan dari Allah, lantas ia bertaubat, maka riba yang sudah terlanjur diambil tidak ada dosa untuknya.

Sedangkan yang mengulangi mengambil riba padahal sudah diberi peringatan, maka ia pantas mendapatkan siksa neraka dan kekal di dalamnya.

Yang dimaksud kekal di dalamnya di sini adalah ia akan tinggal dalam waktu yang lama di neraka. Karena kalau kekal selamanya dalam neraka hanya diperuntukkan pada orang kafir saja. Sedangkan ahli tauhid tidaklah kekal selamanya di dalam neraka. (Lihat Al-Mukhtashor fi At-Tafsir, hlm. 47)

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha yang Disyari’atkan?

Originally posted 2017-11-18 23:29:31.