Jangan Biarkan Syaithan Mendapatkan Tempat Bermalam di Rumah Kita!

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Setiap amal perbuatan yang kita lakukan, sudah pasti harus diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan membaca hamdallah. Hal ini bukan tanpa alasan harus diamalkan melainkan ada manfaat yang sangat besar sekali, salah satunya adalah terjauhkan dari campur tangan syaithan ketika melakukannya.

Lalu, muncul sebuah pertanyaana, memangnya bagaimana syaithan bisa makan dan tidur bersama kita? Jawabannya: Iya bisa saja. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Ketika seseorang tidak menyebut nama Allah saat makan dan saat akan memasuki rumahnya, maka setan akan mendapatkan tempat bermalam dan dapat jatah makan malam.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018).

Kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (13: 173), “Dalam hadits ini terdapat anjuran berdzikir pada Allah ketika memasuki rumah dan ketika makan.”

Beberapa faedah dari hadits di atas:

  1. Segala sesuatu yang disebut nama Allah di dalamnya, maka setan akan menjauh darinya.

2. Setan selalu mendekati manusia dalam setiap amalnya dan aktivitasnya. Jika sampai seseorang itu lalai, maka setan akan mendekatinya.

3. Setan akan bermalam di rumah orang yang tidak menyebut nama Allah ketika memasukinya. Begitu pula setan akan memakan makanan yang tidak disebutkan nama Allah saat mulai makan.

Ketika makan, kita diperintahkan membaca bismillah. Ketika memasuki rumah, kita diperintahkan mengucapkan salam. Sedangkan ucapan do’a masuk rumah “bismillahi walajnaa wa bismillah khorojnaa wa ‘alallahi robbanaa tawakkalnaa …“, diriwayatkan oleh Abu Daud dalam sunannya namun sanadnya dho’if (lemah).

4. Setan memiliki pengikut dan penolong yang mendengar berita gembira darinya dan mengikuti perintahnya.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika seseorang menyebut nama Allah ketika memasuki rumah, namun tidak menyebutnya saat makan, maka setan akan berserikat dengannya saat makan. Jika seseorang menyebut nama Allah ketika makan, namun tidak saat memasuki rumahnya, maka setan akan berserikat dengannya di tempat bermalamnya. Sedangkan jika saat masuk rumah dan saat makan malam, ia menyebut nama Allah, maka setan akan menjauhi tempat bermalam dan jatah makannya. Wallahul muwaffiq.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 191).

Jadi, jangan lupakan membaca bismillah saat mulai makan. Jangan pula lupakan mengucapkan salam saat memasuki rumah. Semoga makan dan rumah kita penuh berkah.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha yang Disyari’atkan?

Originally posted 2017-11-18 23:56:48.