Apakah Boleh Melaksanakan Shalat Dhuha Ketika Jam Kantor?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Diantara shalat sunnah yang dianjurkan, shalat sunnah dhuha adalah salah satunya. Sudah sering dipaparkan mengenai keutamaan daripada shalat sunnah yang satu ini, salah satunya adalah sebagai kunci pembuka pintu rezeki.

Namun, mungkin bagi orang yang diam di rumah, masih bisa melaksanakan shalat sunnah yang satu ini. Lalu, bagaimana dengan nasib pegawai kantor atau orang yang sudah punya pekerjaan rutin dari pagi hari, apakah boleh melaksanakan shalat sunnah dhuha ketika di jam kerja? Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Perlu diketahui bahwa hukum asal shalat sunnah adalah di rumah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَفْضَلُ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوْبَة

”Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga : Ingin Terbebas dari Pikiran Kotor yang Bisa Mengundang Murka Allah Ta’alaa? Lakukanlah Amalan Berikut Ini!

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا

Jadikanlah shalat-shalat kalian di rumah kalian dan janganlah jadikan rumah tersebut seperti kuburan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak selayaknya bagi seorang pegawai melalaikan pekerjaan dari atasan yang hukumnya lebih wajib dari sekedar melaksanakan shalat sunnah. Shalat Dhuha sudah diketahui adalah shalat sunnah. Oleh karenanya, hendaklah seorang pegawai tidak meninggalkan pekerjaan yang jelas lebih wajib dengan alasan ingin melaksanakan amalan sunnah. Jika memungkinkan, pegawai tersebut bisa melaksanakan shalat Dhuha di rumahnya sebelum ia berangkat kerja, yaitu setelah matahari setinggi tombak. Waktunya kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.

[Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhut ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 19285, 23/423. Yang menandatangani fatwa ini adalah Syaikh Bakr ‘Abdullah Abu Zaid, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh sebagai anggota dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai ketua]

Adapun wakstu shalat dhuha adalah sebagai berikut:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan waktu sholat Dhuha; dimulai dari naiknya matahari setelah terbit sepenggalah atau seukuran tombak, yaitu sekitar satu meter. Perkiraannya sekitar 12 sampai 15 menit setelah terbit dan diakhiri ketika matahari di atas kepala kita menjelang waktu Zhuhur sekitar 10 menit sebelum matahari tergelincir. Lihat Majalah As-Sunnah Rubrik Fiqih edisi 10/XI/1428H/2008M. Dengan dasar ini, maka kami tidak dapat menentukan jam 6.30 telah masuk waktu sholat Dhuha atau belum, karena setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Cukuplah dengan melihat keterangan waktu di atas, untuk kemudian dijadikan standar ukuran waktu sholat Dhuha di daerah kita masing-masing. (Sumber: bukhari.or.id)

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha yang Disyari’atkan?

Originally posted 2017-11-23 23:17:34.