Inilah Amalan yang Dilakukan Saat Ada Petir

Sumber foto dari pixabay.com
HIJAZ.ID Sebagai seorang muslim, kita selalu diajarkan untuk mengawali atau mengakhiri sesuatu dengan membaca do’a. Pun, ketika ada kejadian atau fenomena yang terjadi di sekeliling, kita pun dianjurkan untuk membaca do’a.

Banyak sekali macam do’a, seperti ketika akan masuk ke dalam rumah, ada do’anya. Ketika akan masuk ke kamar mandi, ada do’anya. Pun,  sekarang sudah masuk masuk musim penghujan, ketimbang mengeluh, lebih baik kita berdo’a. lalu, ketika ada petir sekalipun, kita dianjurkan untuk berdo’a. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Membaca doa ketika melihat atau mendengar suara petir. Doa ini menunjukkan pengagungan kita kepada Allah. Di saat kita terheran karena melihat fenomena alam yang mengerikan, kita memuji Allah yang telah menciptakannya.

Diantara doa yang dianjurkan untuk kita baca, doa ketika melihat atau mendengar petir.

سُبْحَانَ الَّذِى يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Maha Suci Dzat, petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.

Dari Amir, dari ayahnya Abdullah bin Zubair,

أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرَّعْدَ تَرَكَ الْحَدِيثَ وَقَالَ سُبْحَانَ الَّذِى يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ. ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ هَذَا لَوَعِيدٌ لأَهْلِ الأَرْضِ شَدِيدٌ

Apabila beliau mendengar petir, beliau berhenti bicara. Lalu membaca doa di atas. Kemudian beliau mengatakan, ‘Sungguh ini adalah ancaman keras bagi penduduk bumi.’ (al-Muwatha’, Malik, no. 1839 dan dihahihkan al-Albani dalam Shahih al-Kalim at-Thayib).

Baca Juga : Dimanakah Tempat Kembali Orang Gila, Surga Atau Neraka?

Demikianlah adab yang diajarkan dalam islam, mengisi setiap suasana keheranan, dan ketakutan dengan zikir dan memuji Sang Pencipta.

Ketika turun hujan, kita berharap agar hujan yang Allah turunkan menjadi hujan yang mendatangkan berkah dan bukan hujan pengantar musibah. Karena itu, ketika hujan datang semakin lebat, dan dikhawatirkan membahayakan lingkungan, kita berdoa memohon agar hujan dialihkan ke daerah lain, agar lebih bermanfaat.

Di Madinah pernah terjadi hujan satu pekan berturut-turut, hingga banyak tanaman yang rusak dan binatang kebanjiran. Para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau berdoa,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan membahayakan kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari 1013 & Muslim 2116).

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Inilah Bahaya yang Mengancam Jika Kita Terlalu Cinta Dunia

 

Originally posted 2017-12-01 00:47:28.