Mengapa Wanita Haid Tidak Boleh Keramas?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Wanita memiliki kedudukan yang sangat mulia sekali dalam Islam. Maka, kita sebagai wanita sudah seharusnya mensyukuri hal ini dengan menjaga izzah kita sebagai wanita.

Lalu, banyak berdar di masyarakat mengenai sebuah kepercayaan akan batasan-batasan amalan yang tidak boleh dilakukan oleh wanita ketika haid. Penting untuk diketahui bahwa Islam tidaklah melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan. Karena setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian.

Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah. Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan ibadah. Wanita haid masih bisa melakukan amalan ibadah.

Tetapi, bagaimana dengan aktivitas thaharah yang dilakukan oleh wanita, salah satunya adalaha keramas. Ada yang mengatakan bahwa keramas bagi wanita haid adalah tidak boleh, benarkah demikian? Adakah dalil agama yang secara syar’i mendasarinya? Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Read more https://konsultasisyariah.com/18741-amalan-wanita-haid.html

Kami tidak menjumpai satupun dalil yang melarang wanita haid mandi keramas. Sementara kita tahu bahwa mandi keramas termasuk kebutuhan manusia. Andai ini dilarang untuk dilakukan ketika haid, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melarangnya.

Mungkin alasannya adalah, kramas bisa menyebabkan rambut rontok. Dan menurut mereka menyebabkan rambut rontok secara sengaja hukumnya terlarang. Padahal aturan semacam ini tidak memiliki landasan dalil.

Baca Juga : Bertamu dalam Keadaan Puasa Sunnah, Batalkan Atau Lanjutkan?

Kemudian, di sana terdapat fatwa ulama yang menegaskan bahwa wanita haid dibolehkan melakukan kramas. Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang hukum wanita haid melakukan kramas ketika haid. Jawaban beliau,

غسل الحائض رأسها أثناء الحيض لا بأس به‏.‏ وأما قولهم لا يجوز فلا صحة له، بل لها أن تغسل رأسها وجسدها

Wanita haid yang membilas kepalanya dengan air (keramas) ketika haid hukumnya tidak terlarang. Adapun pendapat mereka yang menyatakan bahwa tidak boleh wanita haid mandi keramas, ini pendapat yang tidak benar. Wanita haid boleh mencuci kepalanya (keramas) dan badannya.

Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, jilid 11, Bab: haid

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Bolehkah Kita Meng-qadha Dzikir Pagi dan Petang? Bagaimana Caranya?

Originally posted 2017-12-16 23:58:18.